Periksa Pejabat LPEI, Kejagung: Ada yang Ngeyel

KBRN, Jakarta: Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) pada Kejaksaan Agung (Kejagung), melihat sejumlah pejabat dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), atau Indonesia Eximbank tidak kooperatif saat diperiksa.

Meski begitu, semua mantan pejabat dari LPEI juga telah menjalani pemeriksaan, dan tidak ada yang mangkir.

"Sudah semua, tidak mangkir, tapi ngeyel iya," kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Supardi  kepada RRI, Kamis (14/10/2021).

Pemeriksaan telah dilakukan terhadap tujuh saksi dalam lanjutan penyidikan dugaan korupsi di Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Mereka yang diperiksa adalah NS, IA, SHP, AS, AYN, dan TS.

Selain saksi-saksi tersebut, tim penyidikan di Gedung Bundar Jampidsus juga memeriksa saksi dari Kantor Jasa Penilai Publik N dan I. 

“Pemeriksaan terhadap KJPP N-I, untuk diperiksa terkait penilaian aset-aset para debitur,” terang Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejakgung, Leonard Ebenezer Simanjuntak dalam keterangan resmi yang diterima wartawan di Jakarta, Rabu (13/10/2021).

Jika mengacu pada tangkapan layar monitor di gedung Pidana Khusus (Pidsus), saksi NS mengacu pada nama Ngalim Sawego.

Ia diperiksa selaku mantan direktur eksekutif LPEI.

Sedangkan saksi AS, adalah Arif Setiawan yang diperiksa selaku direktur pelaksana-IV LPEI.

Ssaksi AYN adalah Arrine Yuninda N yang diperiksa sebagai mantan divisi analisa risiko bisnis-II LPEI.

Berikutnya adalah TS, yakni Tony Susanto yang diperiksa selaku risk analyst LPEI kantor wilayah Surakarta.

Sedangkan, saksi IA dan SHP tak ada tertera di monitor terperiksa gedung Pidsus.

Namun mengacu rilis, dua saksi terakhir itu adalah kepala divisi pembiayaan syariah LPEI dan direktur LGF Mangga Dua Square. 

“Saksi NS, IA, SHP, AS, AYN, dan TS, diperiksa terkait pemberian, dan penerimaan fasilitas kredit pada debitur LPEI,” ucap Leonard.

Penyidikan dugaan tindak pidana korupsi LPEI dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-13/F.2/Fd.2/06/2021 tanggal 24 Juni 2021.

LPEI diduga memberikan fasilitas pembiayaan kepada Group Walet, Group Johan Darsono, Duniatex Group, Group Bara Jaya Utama, Group Arkha, PT Cipta Srigati Lestari, PT Lautan Harmoni Sejahtera, PT Kemilau Harapan Prima, dan PT Kemilau Kemas Timur.

Pembiayaan kepada para debitur tersebut sesuai laporan sistem informasi manajemen resiko dalam posisi colektibility 5 (macet) per tanggal 31 Desember 2019. (DNS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00