Kasus ASABRI, Aset Teddy Tjokro Disita Lagi

Tersangka kasus korupsi PT ASABRI, Teddy Tjokro. (Dok.Ist)

KBRN, Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali melakukan penyitaan aset lagi dan lagi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi PT ASABRI.

Aset yang disita adalah milik tersangka Teddy Tjokrosaputro.

Penyitaan dilakukan atas rumah milik tersangka Teddy Tjokrosaputro, seluas 500 m². Rumah tersebut berada di wilayah Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.

"Rumah yang ditinggalin TT sama keluarganya, tapi istri sama anaknya sudah pindah karena rumahnya banyak," kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung Supardi kepada RRI, Kamis (14/10/2021).

Penyidik juga melakukan penyitaan terhadap tanah di Sumbawa, vila di Bali dan Mall di Tanjung Pinang milik tersangka Teddy Tjokrosaputro.

"Seluruhnya masih dalam proses penghitungan nilai untuk pengembalian kerugian negara," kata Supardi.

Selain itu, penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menyita sejumlah bidang tanah dari hasil korupsi PT Asabri atas nama Teddy Tjokrosaputro, pada pekan lalu.

"Ada aset yang sedang kami sita berupa tanah di Banten, itu masih milik tersangka Teddy Tjokro, ya," kata Supardi, Selasa (5/10/2021). 

Teddy adalah adik dari terdakwa kasus Asabri Benny Tjokrosaputro.

Penyidik telah menetapkan Teddy sebagai salah satu tersangka perkara tersebut.

Supardi juga mengatakan, bahwa pihaknya bakal menyita kantor pusat PT Rimo Internasional milik tersangka Teddy Tjokrosaputro. 

Sebab, kata dia, terdapat dugaan kantor itu didirikan dari hasil korupsi PT Asabri oleh tersangka Teddy Tjokrosaputro. 

"Nanti akan kita sita, tunggu saja," kata Supardi.

Sebelumnya, penyidik Kejagung juga telah menyita dua unit vila mewah milik tersangka korupsi PT Asabri Teddy Tjokrosaputro di wilayah Gianyar, Bali.

Dua vila tersebut memiliki luas masing-masing 494 meter persegi dan 1.400 meter persegi atas nama tersangka Presiden Direktur PT Rimo Lestari Internasional Teddy Tjokrosaputro. 

“Vila itu kepemilikannya atas nama Teddy Tjokro ya," kata Supardi.

Penyidik menduga, bahwa tersangka adik kandung Benny Tjokrosaputro tersebut membeli kedua vila itu menggunakan uang hasil korupsi PT Asabri.

"Karena setelah ditelusuri oleh tim penyidik Kejagung, tersangka Teddy Tjokrosaputro membeli dua vila itu sama dengan periode terjadinya kasus korupsi PT Asabri.  Periodenya sama, jadi kami disita vila itu," kata Supardi.

Kejaksaan Agung RI telah menetapkan dugaan kerugian negara mencapai Rp22.3 triliun dalam kasus korupsi PT ASABRI. (DNS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00