Napoleon Tersangka Dugaan TPPU Suap Red Notice

Bareskrim Polri telah menetapkan Irjen Pol Napoleon Bonaparte sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari hasil suap penghapusan red notice Djoko Tjandra (Dok. Antaranews/AntaraFoto)

KBRN, Jakarta: Bareskrim Polri telah menetapkan Irjen Pol Napoleon Bonaparte sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari hasil suap penghapusan red notice Djoko Tjandra.

Penetapan tersebut diumumkan setelah Bareskrim memeriksa dan melakukan gelar perkara di kasus tersebut.

"Laporan hasil gelar perkaranya demikian (tersangka TPPU dari hasil suap penghapusan red notice Djoko Tjandra)," kata Kabareskrim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, seperti dikutip RRI.co.id di Jakarta, Rabu (22/9/2021).

Namun, Agus tidak merinci lebih lanjut mengenai detil hasil gelar perkara kasus dugaan TPPU Napoleon.

Dan saat ini, Napoleon sendiri juga sedang tersandung kasus dugaan penganiayaan Kace.

Napoleon tersandung kasus red notice bersama mantan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri, Brigjen Pol Prasetijo Utomo.

Napoleon telah dinyatakan Pengadilan Tipikor Jakarta bersalah menerima suap USD 370 ribu dan SGD 200 ribu dari Djoko Tjandra berkaitan penghapusan red notice/DPO di Imigrasi.

Napoleon divonis 4 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan.

Dia juga mengajukan permohonan banding atas vonis itu, namun Pengadilan Tinggi DKI tetap menghukum Napoleon selama 4 tahun penjara.

Napoleon terbukti bersalah melanggar Pasal 5 ayat 2 juncto Pasal 5 ayat 1 huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Napoleon disebut hakim menghapus nama Djoko Tjandra di sistem Imigrasi dengan menyurati Imigrasi saat itu.

Hakim mengatakan, sejatinya Napoleon tahu red notice Djoko Tjandra di Interpol pusat sudah terhapus.

Oleh karena itu, dia menyurati Imigrasi sehingga nama Djoko Tjandra terhapus.

Padahal, kata hakim, Kejaksaan Agung masih membutuhkan red notice Djoko Tjandra.

Saat itu Djoko Tjandra masih menjadi buronan kasus hak tagih (cessie) Bank Bali.

Hingga akhirnya Djoko Tjandra berhasil masuk ke wilayah RI dan mendaftarkan peninjauan kembali (PK) atas kasus cessie Bank Bali.

Masuknya Djoko Tjandra ke RI saat itu sempat menghebohkan publik. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00