Penganiayaan Muhammad Kece, Berikut Hasil Pemeriksaan Propam

Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Fredy Sambo (Dok. Antaranews/AntaraFoto)

KBRN, Jakarta: Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri telah melaksanakan pemeriksaan terhadap Anggota Polri dalam kasus Penganiayaan Muhammad Kece.

Pemeriksaan dilakukan kepada 7 (tujuh) Anggota Polri yang terdiri dari Penjaga Tahanan dan Kepala Rutan Bareskrim.

“Pemeriksaan terhadap satu tahanan atas nama H alias C,” kata Kadiv Propam Polri, Irjen Fredy Sambo, dalam keterangan di Jakarta, seperti dikutip RRI.co.id, Selasa (21/9/2021).

Namun pemeriksaan terhadap Napoleon Bonaparte belum dilakukan oleh Divisi Propam.

BACA JUGA: Penganiayaan Muhammad Kece, Pintu Sel Tidak Digembok

Sambo menyampaikan belum terlaksananya pemeriksaan terhadap jenderal bintang dua itu lantaran izin dari Mahkamah Agung yang belum keluar.

“Divisi Propam Polri belum melakukan pemeriksaan terhadap Irjen NB karena masih harus menunggu ijin dari Mahkamah Agung,” ucap Sambo.

Dasar hukum pemeriksaan bagi Anggota Polri PP No 2/2003 pasal 4 (d) dan (f) yakni pelanggaran disiplin tidak melaksanakan disiplin, tidak melaksanakan SOP dalam melakukan jaga tahanan; Pelanggaran terkait peraturan kedinasan.

Napoleon Bonaparte menganiaya Muhammad Kece tidak seorang diri, melainkan dibantu tiga orang lainnya.

“Yang 3 orang lainnya ini hanya digunakan, untuk memperkuat, kalau bisa saya katakan hanya untuk memperlemah kondisi psikologis daripada korban,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Andi Rian Djajadi, saati dikonfirmasi RRI.co.id di Jakarta, Selasa (21/9/2021).

BACA JUGA: Aniaya Muhammad Kece, Napoleon Dibantu Tiga Orang

Napoleon Bonaparte melakukan tindakan bersama tiga orang itu dalam rangka menahan korban, supaya Muhammad Kece tidak bisa melakukan perlawanan apapun.

“Jadi pada saat NB melakukan pemukulan dan melakukan perbuatan melumuri kotoran atau dengan tinja, itu si korban tidak melakukan perlawanan apa-apa,” tutur Napoleon.

Tiga orang yang membantu Napoleon Bonaparte dalam melakukan tindakan tersebut adalah para narapidana.

Mantan anggota organsiasi Front Pembela Islam (FPI) merupakan salah satu di antara tiga orang tersebut.

Dua lagi adalah tahanan dalam kasus pidana umum terkait masalah pertanahan. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00