Penganiayaan M Kece Dinihari, Polri: Menghindari Petugas

Kondisi Muhammad Kece yang babak belur diduga akibat dianiaya Irjen Napoleon Bonaparte di dalam Rutan Bareskrim Polri. (Dok. Istimewa)

KBRN, Jakarta: Bareskrim Polri mengungkapkan waktu kejadian yang menimpa tersangka kasus penodaan agama, Muhammad Kece di Rutan Bareskrim Polri.

Kejadian tersebut tidak hanya penganiayaan namun juga perlakuan tidak menyenangkan yakni dengan melumuri wajah dengan tahi yang dilakukan oleh terpidana penerima suap dari buronan Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Bonaparte.

Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Andi Rian Djajadi mengatakan bahwa kejadian tersebut ada pada kisaran pukul 00.30 WIB hingga 01.30 WIB, di tanggal 26 Agustus 2021. Dugaan pemilihan waktu tersebut supaya tindakan penganiayaan itu tidak diketahui oleh petugas yang jaga.

“Kejadian jam 00.30-01.30 dinihari tanggal 26 Agustus 2021. Korban MK masuk kamar pukul 22.00 WIB, pelaku memilih waktu tersebut tentu untuk menghindari diketahui petugas,” kata Andi RIan saat dikonfirmasi, Selasa (21/9/2021).

Penganiayaan tersebut dilakukan saat Muhammad Kece sedang berada di dalam ruang isolasi. Namun, belum diketahui kejadian tersebut dilakukan oleh Napoleon seorang atau justru bersama tahanan lainnya.

“Penyidik sedang mendalami apakah dilakukan sendiri atau ada yang membantu,” ucap Andi Rian.

Sebelumnya, Kace membuat laporan ke Bareskrim Polri bahwa dirinya dianiaya oleh sesama tahanan di dalam rutan. Laporan polisi (LP) itu terdaftar dalam LP bernomor LP:0510/VIII/2021/Bareskrim. 

LP itu dibuat pada 26 Agustus 2021 atas nama Muhammad Kosman. Polri lantas segera melakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka penganiayaan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00