Majelis Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Investasi Bodong

Suasana sidang investasi bodong dengan agenda putusan sela di Pengadilan Negeri Tangerang

KBRN, Tangerang: Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang menolak eksepsi atau pembelaan yang dilayangkan kuasa hukum dua terdakwa Gebriella MB dan Enrico Donato Hutapea, Senin (20/9/2021). 

Hal itu terkait dugaan kasus investasi bodong atau penipuan dan penggelapan jual beli kelapa sawit (CPO) di Kota Tangerang Selatan, Banten. 

"Eksepsi dari terdakwa Enrico Donato Hutapea ditolak dan perkara tetap dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi," ungkap Sucipto, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang yang didampingi Aji Surya dan Suciati selaku hakim anggota diruang sidang 1 Pengadilan Negeri Tangerang. 

Sucipto juga menyatakan, hal serupa juga dilayangkan kepada terdakwa lainnya Gebriella MB. Pasalnya, eksepsi keduanya telah masuk kedalam pokok perkara.

"Kita tetap lanjutkan. Kalau memang saudara terdakwa nanti tidak terbukti, atau perbuatan saudara terdakwa adalah perbuatan perdata, harus dibuktikan dipersidangan," ucap Sicipto. 

Dia menambahkan, persidangan selanjutnya akan digelar pada Kamis (23/9/2021) dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan, Bambang Sulistyo mengutarakan, Majelis Hakim sangat adil dengan ditolaknya eksepsi terdakwa. 

"Alhamdulillah ditolak dan pada sidamg mendatang kami akan menghadirkan lima orang saksi," singkatnya. 

Pantauan, persidangan yang digelar diruang satu dengan agenda putusa  sela oleh terdakwa Gebriella MB secara tatap muka dan Enrico Donato Hutapea secara daring. 

Diberitakan sebemumnya, eksepsi atau pembelaan yang dilayangkan kuasa hukum dua terdakwa dianggap melenceng dari materi atau subtansi hukum. 

Hal itu terlontar dalam persidangan ketiga di Pengadilan Negeri Tangerang terkait dugaan kasus investasi bodong atau penipuan dan penggelapan jual beli kelapa sawit (CPO) di Kota Tangerang Selatan, Banten. 

"Beberapa isi keberatan memang di luar eksepsi dari materi hukum. Jadi ga ada yang berkaitan," ungkap Primayuda, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Selatan kepada rri.co.id, Rabu (15/9/2021).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00