KPK Dalami Pembelian Tanah SMKN 7 Tangsel

Smkn 7 Tangerang Selatan

KBRN, Jakarta: Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah rampung memeriksa dua pegawai Pemprov Banten yaitu Gansi Sosi Darmawan (Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Tahun (2017 – 2019), serta Meti Tunjung (PNS/Pelaksana Bendahara Pengeluaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten tahun 2017 s.d. sekarang.

Mereka berdua diperiksa untuk mendalami penyidikan perkara dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan SMKN 7 Tangerang Selatan (Tangsel) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten tahun anggaran (TA) 2017.

"Dikonfirmasi antara lain terkait dengan proses dilakukannya pengadaan tanah untuk pembangunan SMKN 7 Tangerang Selatan," kata Plt juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Rabu (15/9/2021).

"Bendahara Pengeluaran dalam pelaksanaan pengadaan tanah untuk pembangunan SMKN 7 Tangerang Selatan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Tahun Anggaran 2017," tambah Ali.

Lebih lanjut, kata Ali, lembaga antirasuah menaruh perhatian lebih dalam kasus ini, dikarenakan kasus berkaitan dengan dunia pendidikan.

"Terkait perkara ini, KPK memberikan atensi lebih, karena proyek pengadaan ini sangat penting bagi dunia pendidikan, khususnya di wilayah Tangerang Selatan," kata Ali.

"Ulah dari pihak-pihak yang terkait dengan perkara ini mengakibatkan tidak hanya dugaan kerugian keuangan negara akan tetapi juga kerugian sosial," tambah Ali.

Diketahui, KPK tengah melakukan penyidikan dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan SMKN 7 Tangerang Selatan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten tahun anggaran (TA) 2017.

Meski begitu, lembaga antirasuah belum mengumumkan secara terperinci terkait pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka mau pun konstruksi lengkap perkaranya.

Sebagaimana kebijakan terbaru pimpinan KPK, pengumuman itu dilakukan usai upaya paksa penangkapan atau pun penahanan tersangka dilakukan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00