KPK Harap Penyaluran Aspirasi Dilakukan Secaran Online

Masa Kerumunan Demo Formula E di KPK

KBRN, Jakarta: Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa hari yang lalu diatangi massa aksi yang meminta pengadaan proyek Formula E di DKI Jakarta dibatalkan.

Plt jubir KPK Ali Fikri, menyayangkan demo itu dikatenakanmenimbulkan kerumunan dan sempat membuat ricuh.

"Pada masa PPKM covid-19 level 3 yang masih berlaku di wilayah DKI Jakarta ini, penting juga bagi kita untuk bekerja sama mencegah terjadinya kerumuman massa," kata Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Rabu (15/9/2021).

KPK menilai, kerumunan berbahaya saat ini. Kerumunan bisa membuat upaya penurunan angka kasus harian Covid-19 selama pandemi yang dilakukan pemerintah gagal.

Meski begitu, KPK tetap mengapresiasi permintaan massa yang meminta pengusutan proyek Formula E. Lembaga Antikorupsi hanya menyayangkan penyampaiannya.

"Upaya yang dilakukan KPK melalui integrasi fungsi pencegahan, penindakan, dan pendidikan antikorupsi butuh dukungan penuh dari semua pihak," ujar Ali.

KPK meminta aksi demo dan rusuh tidak terjadi lagi ke depan selama PPKM berlangsung di Indonesia. Lembaga meminta dugaan penyimpangan dilaporkan tanpa adanya emosi.

"KPK mendorong agar penyampaian aspirasi berupa pengaduan dugaan tindak pidana korupsi dapat dilakukan melalui saluran pengaduan masyarakat KPK. Hal ini penting agar kami bisa segera memeriksa validitas dan kelengkapan informasi awal yang diadukan," jelas Ali.

Pelaporan bisa juga dilakukan dengan mengakses situs resmi KPK. Pelaporan daring juga disebut lebih baik ketimbang demo dan berakhir dengan kericuhan.

"Pengaduan melalui saluran online dapat memitigasi risiko keamanan terpaparnya identitas pelapor," ucap Ali.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00