Komnas HAM Diminta Tuntaskan Kasus Kudatuli

KBRN, Jakarta: Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Komunitas Banteng Asli Nusantara (Kombatan), Budi Mulyawan meminta Komnas HAM untuk menuntaskan pengusutan kasus kerusuhan 27 Juli 1996, atau yang dikenal dengan Kudatuli (Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli).

"Jadi dalam penuntasan kasus peristiwa 27 Juli ini saya ga mau ke masalah teknisnya, tapi kami berharap kepada Komnas HAM, cobalah tunjukkan tajinya yang sebenarnya, jangan cuma bisa menunjukkan tajinya dalam urusan penanganan pegawai KPK," katanya di Jakarta, Selasa (27/7/2021).

Menurut salah satu korban momen bersejarah ini, Komnas HAM harusnya menyatakan bahwa peristiwa tersebut merupakan pelanggaran HAM berat.

"Ini kami tantang Komnas HAM untuk menuntaskan kasus 27 Juli," tekannya.

"Jika tidak ada itikad baik atau good Will dari Komnas HAM untuk menuntaskan kasus ini, kami akan coba bersurat kepada seluruh lembaga terkait," lanjutnya.

Bukan hanya itu, Budi juga meminta agar Komnas HAM dan aparat penegak hukum untuk menuntaskan kasus-kasus dugaan pelanggaran HAM yang lain.

"Kami menyarankan kepada pemerintah, penegak hukum, seluruh kasus HAM di negeri ini harus diselesaikan. Penyelesaiannya itu terserah, mau itu SP3, ada orang-orang yang dinyatakan bersalah, segala macam, tapi harus ada out putnya, harus ada produknya. Penanganan kasus hukum tidak boleh lagi ada kasus hukum, apalagi pelanggaran HAM yang digantung-gantung dan tersandera," urainya.

"Jadi harus dituntaskan, seperti kasus-kasus lain yang bisa dituntaskan oleh penegak hukum," pungkasnya.

Perlu diketahui, peristiwa Kudatuli atau Peristiwa Sabtu Kelabu adalah peristiwa pengambilalihan secara paksa kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jalan Diponegoro 58 Jakarta Pusat yang saat itu dikuasai pendukung Megawati Soekarnoputri. 

Diduga penyerbuan dilakukan oleh massa pendukung Ketua Umum versi Kongres PDI di Medan, Soerjadi serta dibantu oknum tertentu.

Peristiwa berujung kerusuhan di beberapa wilayah di Jakarta, khususnya di Jalan Diponegoro, Salemba, Kramat. Di sana, beberapa kendaraan dan gedung terbakar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00