FOKUS: #PENANGANAN TEROR KKB

Sisa DPO Teroris MIT Diharapkan Segera Ditangkap

Kepala BNPT, Komjen Boy Rafli Amar (Dok. Istimewa)

KBRN, Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) membahas program Sinergisitas antar Kementerian/Lembaga serta upaya penanggulangan dan pencegahan terorisme, salah satunya adalah upaya pengejaran terhadap sejumlah DPO terorisme di wilayah Poso, Sulawesi Tengah yang dilakukan oleh Satuan Tugas Madago Raya.

Dalam pembahasan, Kepala BNPT, Komjen Pol. Boy Rafli Amar, juga memberikan dukungan dan apresiasi untuk Satgas Madago Raya yang telah melumpuhkan 3 (tiga) teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso, dua pekan lalu. Boy juga mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam penanggulangan terorisme.

"Mendidik mengedukasi dan bekerjasama dengan segenap lapisan masyarakat menjadi penting agar apa yang mereka propagandakan tidak menjadi sesuatu yang dijadikan rujukan oleh anak muda karena jaringan teroris itu umumnya  merekrut orang yang masih muda," ungkap Boy Rafli, dalam keterangan, Selasa (27/7/2021).

Selain itu mantan Kapolda Papua ini juga mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki program deradikalisasi dan kontra radikalisasi yang bertahun-tahun telah dijalankan termasuk di Kabupaten Poso,.

Sementara itu, Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Polisi Drs. Abdul Rakhman Baso selaku Penanggung jawab Kebijakan Operasi (PJKO) Operasi Madago Raya, mengatakan kunjungan Kepala BNPT akan dijadikan motivasi dan semangat dalam pelaksanaan tugas operasi Madago Raya guna menuntaskan kasus terorisme di Poso dan kondisi keamanan di Sulawesi Tengah,

"Saat ini kelompok terorisme sisa enam orang, seandainya enam orang DPO terorisme bisa diselesaikan tetapi masalah radikalisme dan kontra radikalisme yang harus dilakukan, bagaimana pembangunan infrastruktur dan meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Poso," ucapnya.

Abdul menyampaikan, bahwa dalam melakukan tindakan kepada DPO teroris Poso, Satgas Madago raya lebih mengedepankan tindakan soft dengan menghimbau DPO terorisme untuk menyerahkan diri, kecuali bila bertemu dilapangan maka akan terjadi tindakan tegas terukur.

"Belum tuntasnya DPO teroris Poso yang diburu, selain medan yang berat hal utamanya karena masih adanya simpatisan yang mendukung mereka, kalau mau cepat selesai ya tidak ada simpatisan, tidak ada gerakan-gerakan yang mendukung mereka maka kasus Poso akan cepat selesai," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00