Satpol PP Tangsel Lindungi TPPO Venesia Karaoke

Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Peraturan Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangerang Selatan (Satpol PP Tangsel), Sapta Mulyana

KBRN, Tangerang Selatan: Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Peraturan Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangerang Selatan (Satpol PP Tangsel), Sapta Mulyana hadir sebagai salah satu saksi dalam sidang dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan prostitusi Venesia Karaoke di Pengadilan Negeri Tangerang.

Dia mengaku, pihaknya sempat melakukan pengawasan dengan mendatangi Venesia Karaoke, BSD City, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel, Banteb pada Juni 2020 lalu. 

Saat itu, sambung Sapta, pihaknya memastikan tidak ada aktifitas TPPO yang kemudian digerebek oleh Bareskrim Mabes Polri pada 19 Agustus 2020.

Sapta menegaskan, dirinya yakin tidak ada kegiatan pada usaha karaoke tersebut saat dia melakukan pengawasan dan sosialisasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di masa pandemi Covid-19 di Venesia Karaoke.

"Pada saat saya melakukan pengawasan hanya ada sepasang suami isteri yang menyanyi, itu pada 4 juni 2020, lalu saya peringatkan untuk dihentikan lalu berhenti operasional karaoke," pungkas Sapta kepada RRI.co.id, Kamis (17/6/2021).

Ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) menanyakan pernahkah Sapta melihat para terdakwa saat melakukan pengawasan pada bulan Juni itu. Sapta menyebut dirinya tak mengenali bahkan tak ingat.

"Saya tidak melihat, saya hanya lihat resepsionis, saya lupa bahwa semua terdakwa ada atau tidak di lokasi saat saya melakukan sosialisasi. Mungkin sudah berubah dahulu rambutnya panjang sekarang botak. Jadi saya tak kenal," kata ia.

Usai persidangan, saat dikonfirmasi untuk lebih menegaskan, apakah ada kebocoran informasi saat Satpol PP Kota Tangsel akan melakukan pengawasan mendadak di Venesia Karaoke? Sapta mengaku, tak ada informasi yang bocor.

"Andai kata informasi ada yang bocor, anggota saya pecat. Pokoknya saya hormati pihak kepolisian yang tak melibatkan saya," kata Sapta.

Diberitakan sebelumnya, sidang lanjutan perkara pidana perdagangan orang (TPPO) Venesia Karaoke di BSD City, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten kembali digelar Kamis (17/6/2021).

Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi itu dipimpin  dihadirkan dua orang tim operasional Mabes Polri dan tiga orang Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Pemkot Tangsel. 

Agus Iskandar selaku Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang.

Doni Andiyanto, saksi dari anggota tim Opsnal Mabes Polri menerangkan, penyelidikan dan penggerebekan di Venesia Karaoke itu, bermula dari adanya laporan masyarakat terkait tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di lokasi hotel dan karaoke Venesia tersebut. 

Dari laporan masyarakat itu, Doni bersama dua orang rekan polisi lainnya melakukan penyelidikan ke lokasi Venesia Karaoke. Dengan memesan layanan di Venesia melalui sambungan telepon. 

"Waktu itu kami mendapat informasi bahwa ada tempat karaoke buka, padahal masih korona (PSBB) dan disana ada kejadian tindak pidana perdagangan orang (TPPO) maka tanggal 15 Agustus 2020 kami melakukan penyelidikan," terang Doni dalam kesaksiannya di depan 6 orang terdakwa dan Majelis Hakim, di ruang sidang 2, Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (17/6/2021).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00