Eks Dirut Garuda Divonis Satu Tahun Penjara

Suasana persidangan eks Dirut Garuda, I Gusti Ngurah Ashkara dan Eks Direktur Operasional, Iwan Juniarno, di Pengadilan Negeri Tangerang (Aen/RRI)

KBRN, Tangerang: Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang menjatuhkan vonis terhadap eks Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Ashkara satu tahun penjara dan denda Rp300 juta.

Sedangkan, Direktur Opersionalnya, Iwan Joeniarto divonis satu tahun penjara dengan denda Rp200 juta.

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang, Nelson Panjaitan dalam pembacaan putusan pada agenda sidang kali ini menyatakan, berdasarkan sejumlah barang bukti serta fakta persidangaan dan keterangan 24 saksi dan lima saksi ahli, Majelis Hakim memutuskan Ari Ashkara divonis satu tahun kurungan dengan percobaan 20 bulan dan dan denda Rp300 juta.

"Untuk denda terdakwa diberikan waktu satu bulan untuk membayarkannya kepada kejaksaan dan apabila dalam tempo waktu tersebut, Kejaksaan wajib menyita harta terdakwa untuk dilelang atau apabila tidak memenuhi besaran denda tersebut, terdakwa akan ditambah hukuman kurungan selama tiga bulan," ujarnya dalam persidangan di Tangerang, seperti pantauan RRI.co.id, Senin (14/6/2021).

Sementara, sambung Nelson, Iwan Joeniarto divonis satu tahun penjara dengan dan denda Rp200 juta.

"Untuk denda terdakwa Joeniarto diberikan waktu satu bulan untuk membayarkannya kepada kejaksaan dan apabila dalam tempo waktu tersebut, Kejaksaan wajib menyita harta terdakwa untuk dilelang atau apabila tidak memenuhi besaran denda tersebut, terpidana akan ditambah hukuman kurungan selama dua bulan," tambah Nelson.

Pantauan rri.co.id, terlihat eks Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Ashkara duduk di kursi pesakitan mengenakan setelan batik hitam bercorak kuning emas, dan Direktur operasionalnya, Iwan Joeniarto menggunalan batik berwarna biru dongker kombinasi ungu.

Keduanya didampingi tiga orang kuasa hukum karena menjadi terdakwa kasus dugaan pidana kepabeanan atas menyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Bromptom.

Sementara, untuk Majelis Hakim yang memimpin sidang kali ini diketuai, Nelson Panjaitan dan hakim anggotanya Harry Suptanto, Yuferry.Kemudian, Jaksa Penuntut Umum (JPU) adalah Pantono Rono Widjaja dari Kejaksaan Tinggi Banten dan Reza Fahlevi Sohi dari Kejaksaan Negeri Kota Tangerang.

Diketahui, pada sidang sebelumnya, Ari Ashkara maupun Iwan Joeniarto, dituntut jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Banten satu tahun penjara, karena diyakini melanggar Pasal 102 huruf e UU Nomor 17 tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP.

Sementara, saat sidang pembacaan pledoi, kuasa hukum Ari Ashkara menyatakan bahwa terdakwa tidak terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana apa yang dikatakan penuntut umum, oleh karenanya, terdakwa mohon kepada pengadilan untuk menjatuhkan keputusan bebas dari segala tuntutan. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00