Polisi Tangkap Pengedar 310 Kilogram Narkoba Sabu

Polres Jakpus tangkap pembawa 310 Kilogram narkoba sabu-sabu.(Dok.Ist)

KBRN, Jakarta: Aparat Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat (Polres Jakpus) meringkus dua orang pengedar narkoba jenis sabu di Desa Rawa Kalong, Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/5/2021 pukul 22.00 WIB.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muhammad Fadil Imran mengatakan, dari mobil dikemudikan pelaku, didapatkan barang bukti 310 Kilogram sabu dengan nilai Rp400 miliar.

"Barang ini nilainya sekitar Rp 400 miliar dan kalau bisa digunakan oleh sekitar 1,2 juta pengguna aktif. Itu yang kita selamatkan," kata Fadil saat rilis kasus ini di Hotel N1, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (11/5/2021).

Fadil menjelaskan, barang bukti 310 Kilogram sabu ini adalah jumlah yang fantastis.

"Ini adalah tangkapan yang dilakukan satuan Reskrim Polres yang terbesar sampai dengan saat ini," kata Fadil.

Dia menjelaskan, tersangka yang membawa sabu sebanyak itu adalah pria berinisial NR dan HA.

“NR dan HA sama sama berdomisili di Jakarta. Saat ditangkap, mereka mengendarai mobil jenis Daihatsu Grand Max dengan nomor polisi B 9418 CCD,” ungkap Fadil.

Pengungkapan kasus ini, kata dia, berawal dari kecurigaan aparat Satres Narkoba Polres Jakpus sekisar Februari 2021.

Para tersangka diyakini melakukan transaksi narkoba di wilayah Jakarta.

Setelah melakukan penyelidikan, aparat lantas membuntuti kedua pelaku ini.

Akhirnya mereka ditangkap di Gunung Sindur.

“Para pelaku mengakui bahwa mobil berisi sabu itu dibawa dari hotel N1 (tempat konferensi pers kasus ini diselenggarakan, red). Kami akan terus menyelidiki jaringan para pengedar ini,” kata Fadil.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, dua tersangka ditahan di Mapolres Jakpus.

“Keduanya disangkakan melanggar Pasal 115 agar 2 subsider Pasal 114 ayat 2 Subsider lebuh Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya singkat enam tahun penjara, paling lama 20 tahun penjara atau hukuman mati," kata Yusri pada kesempatan sama.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00