400 Kg Bahan Baku Petasan Diamankan Polisi

KBRN, Magelang: Satuan Reserse Kriminal (Sareskrim) Polres Magelang, Jawa Tengah mengamankan lebih dari 400 kilogram bahan baku petasan. Bahan-bahan tersebut disita dari tiga orang peracik petasan.

“Pengungkapan kasus ini, setelah kami mendapatkan informasi adanya penjualan bahan petasan tanpa izin di wilayah Kecamatan Mertoyudan,” kata Kapolres Magelang, AKBP Ronald A Purba kepada wartawan, Senin ( 19/4/2021).

Ronald mengatakan, setelah melakukan penyelidikan, pihaknya berhasil menangkap  tiga tersangka. Ketiga tersangka tersebut yakni, Irfan Ismayanto (19) warga Dusun Sanggrahan, Desa Bumirejo, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Muh Soleh Rofi’i (47) warga Dusun Macanan, Desa Banyusari, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang dan Sobrun Jamilun (44) warga Dusun Tumbu, Desa Purwodadi, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang.

Menurutnya, salah satu dari tiga tersangka yang diamankan tersebut pernah mendekam di penjara dalam kasus yang sama di tahun 2018 silam, yakni, Sobrun Jamilun.

Ia menambahkan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari tim Resmob Polres Magelang menangkap tersangka Sobrun di wilayah Kecamatan Mertoyudan. Dari tangan tersangka ini, petugas berhasil mengamankan delapan kilogram obat petasan siap edar yang dimasukkan ke dalam delapan kantong plastik.

Kemudian, pihaknya mengembangkan kasus tersebut dan mengamankan dua tersangka lainnya yakni Irfan Ismayanto dan Muh Soleh Rofi’i.

Dari tangan tersangka Muh Soleh, petugas menyita 12 kilogram bahan petasan berupa potassium chloride, 127 kilogram belerang, 11 kilogram obat mercon sudah jadi dan 50 lembar kertas sumbu.

Dari tersangka Soleh ini juga disita satu buah ember plastik dan dua buah timbangan.

Sedangkan dari tangan tersangka Irfan, petugas menyita 225 kilogram potassium chloride, 150 kilogram belerang dan tiga karung bubuk brom.

Ronald menjelaskan, para tersangka menjalankan aksinya meracik bahan pembuat petasan menjadi obat petasan siap pakai, dan dijual secara online melalui jejaring sosial Facebook dan secara manual yakni dari mulut ke mulut.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka diancam dengan Pasal 1 ayat (1) UU No 12 / DRT/tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun.

Sementara itu, salah satu tersangka Sobrun Jamilun yang pernah masuk bui dalam kasus yang sama mengaku, dirinya tetap meracik obat petasan ini karena menjelang Lebaran banyak peminatnya.

Selain itu, dirinya terpaksa melakukan hal itu karena tidak ada pekerjaan lain juga tidak ada penghasilan karena adanya pandemic covid-19 ini.

“Karena adanya pandemic Covid-19 ini, saya tidak punya pekerjaan apa-apa,” katanya.

Ia juga mngaku untuk membeli bahan-bahan obat petasan tersebut, dirinya bermodalkan Rp10 juta dan bila obat petasan laku dijual dengan harga Rp150 ribu per kilogramnya. (Buy)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00