Fakta-fakta Pelaku Penganiaya Perawat di Palembang

Foto:

KBRN, Jakarta: Polisi telah menangkap pelaku penganiaya CRS, seorang perawat perempuan di Rumah Sakit Siloam Palembang. Pelaku berinisial JT itu kini telah ditetapkan sebagai tersangka. 

JT pun angkat suara mengenai insiden penganiayaan tersebut.

Ia mengaku tersulut emosi karena lelah setelah beberapa hari menjaga anaknya dirawat selama empat hari di RS Siloam Palembang. 

Pelaku juga mengaku panik, karena mendapatkan informasi dari istri bahwa tangan anaknya berdarah karena infus dilepas. 

"Mendengar kabar itu saya langsung panik dan emosi," katanya.

Ditetapkan Tersangka

enyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Palembang telah menetapkan JT, pria yang diduga menganiaya perawat Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang berinisial CRS, sebagai tersangka. 

JT dikenakan Pasal 351 KUHP tengan penganiayaan. 

"Tersangka diancam penjara selama dua tahun. Hasil pemeriksaan tersangka sudah mengakui seluruh perbuatannya," kata Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira saat melakukan gelar perkara, Sabtu (17/4/2021). 

Dilatarbelakangi Masalah Infus

Penganiayaan oleh ayah pasien itu diduga dilatarbelakangi masalah infus. Korban, Christina Ramauli (28), sudah sujud minta maaf namun malah ditendang dan dianiaya oleh pelaku inisial TJ.

Atas kejadian ini, CRS mengalami luka lebam di bagian wajah. Kejadian ini terjadi pada Kamis (15/4/2021). 

Kasus ini bermula, JT hendak menjemput anaknya yang sedang dirawat di Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang, Sumatera Selatan. Ketika hendak menjemput, JT mendapati tangan anaknya berdarah setelah jarum infus dicabut oleh perawat CRS. 

Melihat hal itu, JT lalu memanggil korban untuk menemuinya di ruang perawatan. CRS kemudian datang ke ruang perawatan bersama beberapa orang rekannya yang lain. 

Ditendang, Ditampar hingga Dijambak

Belum sempat menjelaskan kejadian tersebut, JT yang marah langsung menampar wajah korban. Tak hanya itu, CRS diminta untuk bersujud dan memohon maaf.

Namun, lagi-lagi korban ditendang oleh pelaku di bagian perut hingga akhirnya dipisahkan oleh perawat yang lain. 

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polrestabes Palembang Komisaris Polisi M Abdullah mengatakan, mereka sudah menerima laporan penganiayaan tersebut. 

Dari hasil visum, CRS mengalami luka memar di bagian mata kiri dan bengkak di bagian bibir. 

"Rambut korban juga sempat dijambak oleh terlapor. Korban berhasil keluar kamar setelah diselamatkan rekannya," ujar Abdullah. 

Terancam Dua Tahun Penjara

Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Palembang telah menetapkan JT, pria yang diduga menganiaya perawat Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang berinisial CRS, sebagai tersangka. 

JT dikenakan Pasal 351 KUHP tengan penganiayaan. 

"Tersangka diancam penjara selama dua tahun. Hasil pemeriksaan tersangka sudah mengakui seluruh perbuatannya," kata Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira saat melakukan gelar perkara, Sabtu (17/4/2021). 

Pelaku Minta Maaf

Polrestabes Palembang telah menetapkan Jason Tjakrawinata alias JS, pelaku penganiayaan perawat RS Siloam Palembang menjadi tersangka.

JS terlihat mengenakan baju tahanan dan tangan diborgol dalam konferensi pers di Mapolrestabes Palembang, Sabtu (17/4/2021) pagi.  

Melalui awak media, JS yang tertunduk lesu meminta maaf kepada semua pihak terutama korban. 

"Pertama saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada korban, keluarga korban dan pihak-pihak yang ada di belakang korban," ucapnya dengan penuh penyesalan. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00