Puluhan Nelayan Aceh Ditangkap Thailand, Begini Kondisinya

Ilustrasi. Foto : Istimewa

KBRN, Banda Aceh: Diduga melanggar batas teritorial, puluhan nelayan asal Kabupaten Aceh Timur ditangkap otoritas keamanan laut Thailand di perairan Andaman. 

Wasekjen Panglima Laot Aceh Miftach Cut Adek menyatakan, sebelumnya pihak Panglima Laot mendapat kabar bahwa 34 nelayan Aceh telah ditangkap pada Jumat (9/4/2021). Namun, informasi terkini yang diperoleh, bahwa dua dari 34 nelayan tersebut berhasil kabur dari sergapan petugas keamanan laut negara Thailand. 

Lalu bagaimanan kondisi nelayan Aceh itu pasca dilakukan penangkapan? 

"Info dari PSDKP KKP RI terkait penangkapan 32 WNI nelayan asal Aceh di perairan Andaman pada tanggal 9 April 2021 pukul 06.00 waktu setempat, terpantau sesuai laporan KRI Songkhla WNI nelayan dalam keadaan sehat dan terus dipantau kesehatannya oleh otoritas setempat," kata Miftach di Banda Aceh, Rabu (14/4/2021). 

Dari informasi PSDKP Kementerian Kelautan Perikanan, bahwa dilaporkan KRI Songkhla telah mengantisipasi pelaksanaan pendampingan, bantuan logisitik, dan kebutuhan dasar lainnya yang diperlukan bagi 32 WNI nelayan tersebut. 

"Mengingat saat ini sedang berlangsung libur panjang tahun baru Thailand dan masih berlakunya darurat COVID-19," sebutnya. 

Pihaknya, kata Miftach akan terus melaporkan perkembangan terkait penangkapan ke-32 nelayan Aceh itu dan dirinya berharap agar para nelayan tersebut bisa dibebaskan. 

"Akan diinfo lebih lanjut perkembangan nya, semoga berhasil," harapnya. 

Untuk diketahui, sebanyak 32 orang nelayan asal Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh ditangkap oleh otoritas keamanan laut negara Thailand. Mereka ditangkap karena diduga melanggar batas wilayah laut. 

"32 nelayan asal  Idi Aceh Timur ditangkap otoritas Thailand karena diduga melewati batas laut negara Thailand," ujarnya.. 

32 orang nelayan itu, terangnya, melaut dengan menggunakan kapal motor KM Rizky Laot berukuran 60 gross ton dari pelabuhan Idi Aceh Timur dan saat hendak kembali ke Aceh, mereka lalu ditangkap pada (9/4/2021). 

"Betul, diduga nelayan kita itu lagi menuju kembali ke Idi (Aceh) dan di tanggkap karena melewati jalur laut Thailand," ungkapnya. 

Lembaga Panglima Laot Aceh, kini kata Dia, sedang menghubungi Panglima Laot Lhok Idie Rayeuk dan pemilik kapal/ toke bangku untuk mendapatkan informasi lebih jelas. 

Adapun nama-nama nelayan Aceh Timur yang ditangkap Thaildand yaitu Abdul Halim sebagai nakhoda, serta anak buah kapal (ABK) yakni Ridwan Daud, Dian, Murdani, Nasruddin, Safrizal, Irwandi, Junaidi, Husaini, Ismail, Aris, Nurdin, Faisal, Abdul Rahman, Muliadi, Sayuti, Abdul Anzit, Zainal Abidin, Junaidi, Abdul Halim, Munir, Hidayatullah, Zulkifli, Darkasyi, Maulana, Joni Iskandar, Boihaki, Muhammad, Jamian, Rusli, Raju Umar, Budi Setiawan, Maulidin dan Ramadhani.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00