Kejagung Terus Usut Korupsi BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan

KBRN Jakarta: Kejaksaan Agung terus menyelidiki kasus dugaan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan. Pihak Kejagung memperkirakan kerugian karena korupsi pengelolaan dana investasi BUMN itu mencapai Rp 20 triliun.

Guna untuk mengetahui aliran dana BPJS Ketenagakerjaan, Tim penyidik melakukan pemanggilan terhadap para petinggi PT. Syailendra Capital 

"Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung memeriksa 5 (lima) orang sebagai saksi yang terkait dengan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Ebem Ezer Simanjuntak, Rabu (14/4/2021).

Dijelaskannya, ke lima orang saksi yang diperiksa merupakan petinggi atau pengurus dari perusahan Investasi PT Syailendra Capital 

"Kelima orang saksi dari PT Syailendra Capital itu adalah Direktur Utama Fajar R Hidayat, Direktur Marketing Harnugama, Direktur Investasi Ahmad Solihin, Head of Equity Mulia Santoso, Head of Institutional Saida Jusuf Bramani," jelasnya.

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan," pungkasnya.

Diketahui, dalam kasus korupsi BPJS Ketenagakerjaan Tim Penyidik Kejagung sudah menaikkan status hukumnya ke tahap penyidikan meskipun tidak diikuti dengan penetapan tersangka.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00