Hadapi Bonus Demografi, Milenial Diharapkan Berkarya Kreatif

Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia memberikan panangannya pada Talkshow Beranda Nusantara dengan tema "Pancasila, Sejarah, dan Tantangannya" di Galeri Tri Prasetya RRI, Medan Merdeka, Jakarta Kamis (23/6/2022).(Foto/rri.co.id/Chaarly Reinhard).jpg

KBRN, Jakarta: Staf Khusus (Stafsus) Presiden Angkie Yudistia berharap, milenial dapat menghasilkan karya kreatif. Hal itu karena Indonesia pada tahun 2030 akan mengalami 64 persen bonus demografi.

"Jangan sampai kita menjadi konsumen digital tapi gimana kita bisa jadi produsen, berkontribusi buat negara," katanya dalam Talkshow Beranda Nusantara bertema "Pancasila, Sejarah, dan Tantangannya" di RRI, Jakarta, Kamis (23/6/2022).

Dikutip dari Wikipedia, Bonus Demografi, berdasarkan istilah dari Dana Penduduk Perserikatan Bangsa-Bangsa, adalah potensi pertumbuhan ekonomi yang tercipta akibat perubahan struktur umur penduduk. Di mana proporsi usia kerja lebih besar daripada proporsi bukan usia kerja.

"Inilah momentum untuk berharmonisasi, berkolaborasi, sehingga kita mencapai kehidupan kita yang adil untuk kehidupan sosial," ujar Angkie.

Ia menyebut, generasi milenial merupakan penerus bangsa. Untuk itu, Presiden Jokowi terus mendorong revolusi digital secara menyeluruh, baik di kota maupun desa.

"Artinya semua orang memiliki kesetaraan dalam mengakses apapun, baik baby boomers, milenial, gen Z kita bisa mengakses itu. Jika kita mengingat pancasila dalam keseharian kita, mau ke negara manapun kita tetap kembali ke Indonesia," pungkas Angkie.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar