BRIN: Soekarno-Hatta Berperan Penting Lahirkan Pancasila

Peneliti Utama BRIN Prof Asvi Warman Adam menjadi nara sumber pada Talkshow Beranda Nusantara dengan tema "Pancasila, Sejarah, dan Tantangannya" di Galeri Tri Prasetya RRI, Medan Merdeka, Jakarta Kamis (23/6/2022). (Foto/rri.co.id/Chaarly Reinhard).jpeg

KBRN, Jakarta: Peneliti Utama BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), Asvi Warman Adam mengatakan, sosok Presiden pertama Indonesia Ir Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta berperan penting dalam lahirnya Pancasila.

"Kedua orang itu mempunyai peran yang sangat luar biasa dalam hal penentuan Pancasila dan perumusan Pancasila," ujar Asvi dalam Talkshow Beranda Nusantara dengan tema "Pancasila, Sejarah, dan Tantangannya" di Galeri Tri Prasetya RRI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (23/6/2022).

Asvi menjelaskan, dulu Bung Karno dan Hatta bersama 60 orang anggota Badan Penyelidik Usaha usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) merumuskan Pancasila dan Undang-Undang 1945. Bung Karno pun berperan untuk menyampaikan pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945.

"Di mana akhirnya tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari lahirnya Pancasila, dan proses tersebut telah melalui waktu yang cukup panjang," jelasnya. 

Sementara, menurutnya, sosok Bung Hatta kala itu, juga memiliki peran penting. Yakni Bung Hatta menyampaikan tentang ada anggota BPUPKI dari Indonesia bagian timur yang tidak setuju dengan rumusan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.

"Sehingga akhirnya kata itu dihilangkan dan ketuhanan ditambah dengan Ketuhanan Yang Maha Esa, Jadi Hatta mempunyai peran yang sangat penting, yang melahirkan pancasila seperti yang kita kenal rumusannya seperti ini," tutupnya. 

Sebagai informasi talkshow ini dihadiri juga oleh narasumber lainnya seperti Deputi Bidang Kesatuan Menkopolhukam RI, Janedri M. Gaffar, Staff Khusus Presiden Bidang Sosial, Angkie Yudistia, Rohaniawan Katolik Budayawan Indonesia, Romo frans Magnis Suseno, dan K.H Ahmad Muwafiq. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar