Legislator: Pembinaan UMKM Sangat Diperlukan

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima menjadi nara sumber pada Dialog "Beranda Nusantara" dengan konsep Temu Kelompencapir atau Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa, Rabu (25/5/2022). Dialog yang bertema "Usaha Maju, Kita Mendunia digelar oleh Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI).(Foto/rri.co.id/Chaarly Reinhard).jpg

KBRN, Jakarta: Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima menilai, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Holding Ultra Mikro (UMi) perlu melakukan pembinaan terhadap jejaring Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia. 

Hal itu dilakukan demi mewujudkan peningkatan kualitas produk lokal untuk ekspor ke dunia internasional, khususnya pemasaran melalui dunia teknologi. 

“Jejaring UMKM di BUMN Holding Ultra Mikro nanti tidak hanya masuk di aspek penguatan permodalan. Lewat pembinaan, bisa langsung menangani kualitas produk yang tidak hanya kepentingan pasar domestik tapi juga untuk kepentingan pasar ekspor yang dengan teknologi,” jelas Aria Bima saat menjadi narasumber dalam dialog Beranda Nusantara "Usaha Maju, Kita Mendunia" yang diselengarakan oleh Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI), Rabu (25/5/2022).

Aria Bima mengatakan, jejaring bisnis melalui berbagai teknologi komunikasi memberikan cukup ruang untuk peningkatan produksi. Selain karena ukuran pasarnya berubah, infrastruktur transportasi turut mempengaruhi struktur perubahan konsumsi. 

“Sehingga, bagaimana agar para diaspora, baik sebagai mahasiswa maupun tenaga kerja kita di luar negeri itu bisa berkomunikasi langsung mempertemukan antara buyer dan user dengan para pelaku UMKM lewat zoom misalnya,” harapnya.

Sehingga, kata dia, dengan adanya pembinaan UMKM yang dilakukan oleh UMi perbaikan kualitas produk UMKM sebagai produsen barang langsung, menjadi lebih baik.

Ia berharap, barang ekspor yang mengalami peningkatan kualitas ke depannya, tidak lagi dipasarkan secara konvensional, seperti mengadakan bazar, pameran, dan sebagainya. 

"Dapat diadakan melalui pemanfaatan teknologi, para buyer bisa melihat langsung ke sentra-sentra produksi UMKM dengan memanfaatkan teknologi informasi," jelasnya. 

“Ternyata, cara tersebut menjadi tambahan pendapatan bagi kawan-kawan diaspora, bahkan Ibu-ibu rumah tangga di sana yang berperan aktif pasarkan produk kita di sana,” pungkas Aria. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar