Menteri Teten: Rantai Pasok Tantangan Pelaku UMKM

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki memberikan pendapatnya pada Dialog "Beranda Nusantara" dengan konsep Temu Kelompencapir atau Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa, Rabu (25/5/2022). Dialog yang bertema "Usaha Maju, Kita Mendunia digelar oleh Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI).(Foto/rri.co.id/Chaarly Reinhard).jpg

KBRN, Jakarta: Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengatakan, masalah manajemen rantai pasok atau supply chain, menjadi tantangan utama bagi pengembangan pasar produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Mereka sadar betul bahwa supply chain atau rantai pasok perusahaan mereka yang menghasilkan produk UMKM masih menjadi kendala," kata Teten dalam dialog 'Beranda Nusantara' bertema "Usaha Maju, Kita Mendunia" digelar oleh Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI), Jakarta, Rabu (25/5/2022). 

"Padahal, Indonesia memiliki banyak produk dengan aneka jenis dan ragam," tambahnya. 

Sementara itu, lanjut Teten, rasio kredit perbankan untuk UMKM masih sangat rendah, yakni baru sebesar 30 persen. 

Padahal, tambahnya, di Singapura mencapai 39 persen, Thailand 50 persen, Malaysia 51 persen, Jepang 66 persen, dan Korea Selatan 81 persen. Untuk itu, pemerintah menargetkan rasio di Indonesia naik menjadi 22 sampai 30 persen hingga 2024.

"Untuk itu kami kejar juga misalnya kemitraan usaha besar dan usaha kecil yang ada insentifnya. Jadi ada integritas, misalnya UMKM kuliner sudah paket komplit," jelasnya. 

Teten kemudian mengingatkan para pelaku UMKM untuk sadar terhadap pentingnya melakukan kolaborasi dengan ekosistem digital. Termasuk upaya melebarkan usaha masing-masing, ke dalam platform e-commerce.

"Walaupun kita juga ada exercise mungkin di beberapa kota lain dengan diaspora bikin house of Indonesia. Ini sudah mulai, kita akan mulai online dulu persiapannya join dengan Kementerian Perindustrian, tujuannya kita akan masuk ke pasar Australia," paparnya. 

"Dari situ kita bisa masuk ke pasar-pasar yang lain," pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar