Akademisi UI: Pertumbuhan UMKM Indonesia Lebih Baik

Founder dan pembina UKM Center FEB-UI, Nining Soesilo memberikan pendapatnya pada Dialog "Beranda Nusantara" dengan konsep Temu Kelompencapir atau Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa, Rabu (25/5/2022). Dialog yang bertema "Usaha Maju, Kita Mendunia digelar oleh Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI).(Foto/rri.co.id/Chaarly Reinhard).jpg

KBRN, Jakarta: Direktur Usaha Kecil Menengah Center Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) Nining Soesilo mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia lewat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di masa pandemi lebih baik dibandingkan dengan negara lain.

"Jika dibandingkan di negara lain itu, kita lebih baik secara pertumbuhan ekonomi kita juga lebih terjaga, jadi mau ada Covid-19 atau tidak memang UMKM itu day hard," tutur Nining dalam Beranda Nusantara dengan tema "UMKM Usaha Maju, Kita Mendunia" di Auditorium Yusuf Ronodipuro RRI Jakarta, Rabu (25/5/2022).

Katanya, seiring berjalannya waktu, sudah banyak UMKM silih berganti. Maksudnya adalah berganti penjualan produk kepada masyarakat. 

"Artinya usahanya seperti bendera pindah ke masker, dari rempeyek ke durian, dan lainnya, itu sesuai dengan kiprah mereka karena mereka itu memang memiliki fleksibilitas yang sangat tinggi," jelasnya.

Menurutnya, kebanyakkan perusahaan saat ini justru banyak yang hancur dibandingkan dengan UMKM. Hal tersebut dikarenakan saat ini, usaha kecil pun menawarkan produknya ke platform online. 

"Saya justru melihat banyak sekali UMKM besar malah hancur dan UMKM kecil justru tidak hancur dengan adanya UMKM yang sudah biasa mobile seperti yang tadinya tidak masuk online jadi online," ujarnya.

Diharapkan Nining, ke depannya, pendataan atas perkembangan UMKM dapat dibenahi. Karena dengan data, dapat diketahui adanya ketidakpuasan dari UMKM, baik dari produksi maupun lainnya. 

"Tetapi  kalau melihat sebelum Covid-19 pun banyak UMKM yang berganti, maka yang mesti dibenahi kalau saya usul dipendataannya, bahwa UMKM itu sangat mobile dan tahu bahwa dia hari ini atau besok bisa berganti atau berbeda-beda," tutup akademisi UI ini. 

Sebagai informasi, dialog 'Beranda Nusantara' dengan konsep temu kelompencapir atau kelompok pendengar, pembaca, dan pemirsa ini diselenggarakan oleh Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI). 

Acara ini menghadirkan narasumber yakni Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki, Aria Bima selaku Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dan Nining I Soesilo dari UKM Center Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI).

Selain itu, terdapat pula pembicara yakni Kepala Daerah di antaranya Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan Moh Ramdhan Pomanto, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Bupati Bantul  Abdul Halim Muslih, Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar