Belajar Daring Tak Efektif, Kambing Hitamkan Jaringan?

Foto (Dok. Antara foto/Feny Selly/wsj.

KBRN, Jakarta: Ahli Teknologi Informasi Abimanyu Wahyu Hidayat mengkritisi banyaknya keluhan proses belajar mengajar secara online yang mengkambinghitamkan jaringan internet.

"Saya suka aneh, dalam hal pengajaran selalu berfikir belajar jarak jauh selalu disalahkan jaringan belum bagus lah. Kalau menunggu jaringan tersebar sampai bagus, berapa lama, berapa duit? Yang ada cuma jadi proyek," kata Abimanyu kepada RRI, Rabu (15/7/2020).

Abimanyu mengatakan, dalam situasi mendesak saat ini dengan sudah dimulainya tahun ajaran baru, tentu proses pembelajaran yang baik harus diterapkan.

"Kalau bicara soal urgensi, berarti kita upayakan dari yang ada aja. Materi yang digunakan sudah ada, tinggal cara penyampaiannya. Kalau jaringannya sudah bagus, mereka bisa langsung mendengarkan materi dari guru atau dosen itu dari online riil time," kata Abimanyu.

Namun di daerah yang kurang memiliki jaringan internet yang bagus, proses dapat dilakukan dengan cara perekaman materi ajar oleh guru.

"Tetapi di tempat-tempat yang kurang bagus, materi guru bisa direkam. Kemudian dikirm ke wilayah tersebut, mungkin disebar lewat VCD atau bisa  download, habis itu murud bisa mendengarkannya secara offline di rumah masing-masing," sebutnya.

Dengan demikian, keuntungan dan kemudahan penerimaan materi pembelajaran akan semakin baik bagi para murid.

"Dengan begitu tidak menghabiskan pulsa mereka, menunggu pengajaran gurunya. Misalnya saat itu dilakukan bagi murid mendengarkan di jam 8 pagi, lalu denan cara mendownload dulu dan kemudian mendengarkan di jam 10 pagi, apa bedanya? Tinggal masalah waktu, justru keuntungan, bagi murid yang belajarnya secara offline tapi tetap digital, dia kalau tidak mengerti guru ngomong apa, abisa direplay sampai mengerti," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00