Edukasi Covid-19 di Indonesia Tidaklah Mudah

Petugas medis menunjukkan alat tes cepat (rapid test) COVID-19 buatan dalam negeri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (9/7/2020). Pemerintah meluncurkan alat tes cepat COVID-19 yang diberi nama RI-GHA Covid-19 (Ant/Arnold)

KBRN, Jakarta: Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengatakan, krisis pandemi COVID-19 ini sudah seharusnya dijadikan momentum untuk semua elemen.

Mulai dari pemerintah, DPR hingga masyarakat untuk bekerjasama dan saling mengedukasi, khususnya soal pandemi.  

Edukasi Covid-19 (Ilustrasi/Dok. Istimewa)

"Ini saatnya moment untuk bersatu padu baik parlemen, masyarakat, semua pihak, termasuk peneliti dan ilmuwan yang sangat kita butuhkan sekali, untuk memberi edukasi ke masyarakat," jelas Rahmad dalam telekonferensi, Sabtu (11/07/2020). 

Rahmad mengutarakan, dengan budaya edukasi masyarakat di Indonesia yang masih rendah, upaya yang harus dilakukan beragam dan oleh semua pihak. Jadi tidak dapat hanya pembuat kebijakan saja atau lembaga pengawas saja.   

"Kita ini budaya edukasinya masih lemah, ini yang harus kita tertibkan. Karena tidak semudah membalikkan telapak tangan," ucap Rahmad.   

Salah satu edukasi yang harus terus digaungkan yaitu penerapan protokol kesehatan. Bahkan, dengan virus Corona yang mampu bertahan di udara selama 8 jam, setiap orang kini diharuskan mengenakan masker baik di luar maupun dalam ruangan ber AC.

Untuk itu, pemerintah terus menerus mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, demi mencegah penyebarluasan pandemi COVID-19 di Indonesia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00