Rawan Covid-19, Evaluasi Sirkulasi Udara Gedung Bertingkat

KBRN, Jakarta: Pakar epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono menyampaikan, gedung-gedung bertingkat di ibukota DKI Jakarta perlu dievaluasi. Hal itu dikarenakan, hampir semua gedung menggunakan sistem pendingin udara atau Air Conditioner (AC). 

"Jadi harus mengevaluasi semua gedung kita, apalagi yang AC-nya cuma membobol dinding, banyak. Juga Ruang Sidang DPR, dan banyak lainnya. Semua harus dicek sistem pendingin dan sirkulasi ruangan harus dijaga diperhatikan. Kalau harus bersidang di ruang ber AC ya harus pakai masker," tegas Pandu.

Pandu menambahkan ini menjadi salah satu poin dalam protokol kesehatan yang penting untuk diperhatikan dan dilakukan saat ini, agar potensi penyebaran virus di ruang tertutup dan ber AC dapat terkendali. 

"Intinya, sirkulasi udara harus bagus. Selama ruangan ventilasinya bagus ya ngga apa-apa. Tapi kalau mau udara segar ya bagus, boleh. Jadi jangan diam 8 jam di ruangan," tutur Pandu. 

Selain dari cairan liur atau droplet, sebanyak 239 ilmuwan meyakini penyebaran virus corona sangat mungkin terjadi melalui udara atau airborne. Pimpinan teknis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk pencegahan dan pengendalian infeksi, Benedetta Alleganzi menyatakan terbuka terhadap temuan tersebut.

Menurutnya, ada bukti di lapangan yang menunjukkan potensi penyebaran melalui udara. Meski demikian, ia menekankan masih perlu banyak penelitian terkait transmisi Covid-19 tersebut.

"Jadi, ini adalah bidang penelitian yang masih berkembang dan temuan yang ada, ada beberapa bukti yang muncul tapi itu tidak definitif," tutur Alleganzi seperti dikutip CNN. 

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof Amin Subandrio mengatakan, dirinya tidak terkejut dengan perkembangan penyebaran virus Corona melalui udara atau airborne.

Menurutnya, penelitian sejak beberapa bulan lalu menunjukkan, pada kondisi tertentu droplet memang bisa berubah menjadi partikel yang berukuran lebih kecil sehingga bertahan di udara. 

"Kalau di Rumah Sakit, makanya masker yang digunakan kan N-95. Karena itu bisa untuk mencegah partikel yang lebih kecil lagi," jelas Amin.

"Kemudian di ruangan juga begitu, misalnya terdapat aliran udara yang cukup kencang di ruangan tertutup, kemudian ada udara dari AC menyembur cukup kuat, itu bisa menyebabkan droplet berubah ukuran menjadi lebih kecil dan berterbangan," tutur Amin lebih lanjut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00