Bakamla Mengawasi Kapal Induk Amerika Serikat

Kabakamla Laksamana Madya Aan Kurnia.jpg
Coast Guard Bakamla, Indonesia. (Dok.Ist)

KBRN, Jakarta: Kepala Badan Keamanan Laut (Kabakamla) Laksamana Madya Aan Kurnia mengatakan, ada empat kapal laut milik Indonesia terus memantau aktivitas tiga Kapal Induk Amerika Serikat.

Sebab, dia mengatakan, saat ini Kapal Induk Amerika Serikat sudah memasuki perairan Laut China Selatan, sekitar perbatasan Laut Natuna, Kepulauan Riau, Indonesia.

"Ada empat kapal, ada kapal (TNI, red) Angkatan Laut (KRI, red), ada Kapal Bakamla, dan ada Kapal KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan, red)," kata Kabakamla Aan Kurnia kepada RRI.co.id, Jumat (10/07/20)

Menurut Aan, dari pantauan Bakamla di Natuna, Kapal Induk Amerika Serikat berlayar di Perairan Laut China Selatan merupakan teritorial laut Internasional.

Tiga kapal induk Amerika Serikat, USS Nimitz (atas), USS Ronald Reagan (tengah) dan USS Theodore Roosevelt (bawah), berlayar bersama gugus tempurnya di perairan internasional di Pasifik Barat, pada 12 November 2017. Courtesy James Griffin/U.S. Navy/Handout/REUTERS.

"Masih jauh dari Zona Ekslusif Ekonomi Indonesia," terang Aan.

Namun, dia tidak menutup mata operasi militer Amerika Serikat saat ini dalam menghadapi China.

"Ya, aktivitas Kapal Induk Amerika Serikat di Laut China Selatan merupakan buntut ketegangan yang terjadi antara Amerika Serikat dan China," kata dia.

Seperti diketahui, Militer Amerika Serikat telah mengerahkan tiga kapal induk dengan bobot 100 ribu ton ke kawasan Samudera Pasifik untuk pertama kalinya selama beberapa tahun terakhir, pada medio Juni 2020.

Angkatan Laut AS, (16/6/2020) merilis pernyataan tiga kapal induk itu adalah USS Ronald Reagan, dan USS Theodore Roosevelt, berpatroli di Samudera Pasifik bagian barat. Sedangkan Kapal Induk USS Nimitz bergerak di sisi timur.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00