'Menanti Perombakan Kabinet', Ini Survei Versi IPO

KBRN, Jakarta: Lembaga survei Indonesia Political Opinion (IPO), mengeluarkan hasil survei terkait dengan popularitas para menteri di masa pandemi Covid-19. 

Berdasarkan hasil survei itu, Direktur eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengungkapkan, bahwa Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menduduki puncak popularitas dibandingkan sejumlah para menteri lainnya.

"Menteri yang dianggap paling populer dalam penanganan pandemik adalah Airlangga Hartarto dengan 48.3%," kata Dedi dalam diskusi daring bertajuk 'Menanti Perombakan Kabinet', Jakarta (4/7/2020).

"Kemudian disusul Tito karnavian 44,8%, Wishnutama 42,8%, berturut-turut kemudian Retno Marsudi 39,5%, Sri Mulyani Indrawati 34,9%, Juliari Batubara 31,5%, Erick Thohir 27,2%," imbuhnya.

Akan tetapi dari sejumlah menteri memiliki popularitas tinggi itu, lanjut Dedi, bukan berarti dinilai responden memiliki kebijakan dengan baik selama masa penanganan Covid-19.

"Tapi perlu ada catatan bahwa popularitas yang disebutkan tadi itu masih tebagi dua. Popularitas dalam konteks kebijakan yang dianggap positif bagi publik dan popularitas yang dianggap negatif bagi publik," tuturnya.

Berdasarkan, pembagian tingkat popularitas berdasarkan kebijakan yang dianggap publik positif dan negatif itu, Ia menjelaskan, bahwa nama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian lah, yang dinilai publik memiliki tingkat popularitas positif paling tinggi.

Tingginya tingkat popularitas Mendagri yang merupakan mantan Kapolri itu dibeberkan Dedi, yakni karena adanya kebijakan Tito Karnavian yang menunda pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ditengah ketidakpastian akhir dari pandemi Covid-19.

"Ketika kami pilah, kali berdasarkan respon dalam konteks yang positif. Ternyata nama berubah, yang paling tinggi adalah Tito karnavian dengan 34,5%,ini dengan asumsi bahwa kebijakan menunda Pilkada itu dianggap sebagai kebijakan yang tepat dan menempatkan masyarakat dalam posisi yang aman, apalagi tentu kita belum tahu kondisi pandemic ini kapan selesainya." jelasnya.

Sementara itu, untuk nama menteri lainnya yang memiliki tingkat popularitas di bawah Mendagri Tito , yakni terdapat pada nama Menparekraf, Wishnutama dengan tingkat popularitas mencapai 27,0 persen, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi 24.1 persen, disusul oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati 21,4 persen.

Selanjutnya, Menteri Airlangga Hartarto 19,7 persen, Menkopolhukam Mahfud MD 17,4 persen, Menteri BUMN Erick Thohir 17,2 persen, dan nama Menhan Prabowo Subianto dengan perolehan popularitas sebanyak 15,7 persen. Adapun penggunaan metodologi survei tersebut ujar Dedi, yakni dengan menggunakan metodologi Well-being.

Dijelaskan, metodologi itu yakni menerjunkan para surveyor dengan pembekalan yang harus dijelaskan kepada responden terkait kebijakan-kebijakan para Menteri di kabinet Indonesia Maju, saat masa pandemi virus Covid-19.

"Kami menggunakan metodologi namanya Well-Being metodologi. Well-being metodologi itu adalah dimana surveyor kamu yang ke lapangan diberikan pembekalan yang baik dan mereka harus menjelaskan masing-masing nama-nama yang muncul kepada responden. Nama-nama yang muncul ini sebetulnya adalah relevan dengan para Menteri yang memang punya kebijakan di masa pandemi," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00