Sidang Putusan Kasus Novel Bakal Dipantau KY

Ketua Komisi Yudisial (KY) Jaja Ahmad Jayus (Eko Sulestyono)

KBRN, Jakarta: Komisi Yudisial (KY) akan memantau secara langsung jalannya persidangan pembacaan putusan terhadap 2 orang terdakwa dalam kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. 

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua KY Jaja Ahmad Jayus saat menggelar acara jumpa pers  di Gedung KPK Jakarta. Menurut Jaja, pemantauan itu dilakukan KY  setelah sebelumnya ada permintaan dari publik.

“Ada yang meminta pemantauan, jadi setiap kasus yang isu publik, maka  KY selalu pantau," kata Jaja Ahmad Jayus saat jumpa pers di Gedung KPK Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2020).

Dalam kesempatan ini, Jaja mengaku bahwa KY juga sempat memantau beberapa kali terkait persidangan dalam kasus Novel Baswedan. Pemantauan itu menurut Jaja dilakukan melalui secara daring (viruo) live streaming, dan juga melalui pemberitaan media.

“Ya karena ada beberapa sidang disiarkan secara virtual media elektronik, selain dipantau langsung kita pantau melalui media elektronik," ujar Jaja.

Namun Jaja mengingatkan, majelis hakim tidak dapat diintervensi oleh pihak manapun dalam menjatuhkan putusan. Jaja berharap majelis hakim menjatuhkan putusan berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan. 

“KY tentunya mempersilahkan kepada para hakim memutus suatu perkara sesuai dengan fakta hukum di persidangan, siapapun tidak boleh melakukan intervensi," terang dia.

Komisi Yudisial (KY), atau siapa pun, lanjut dia, tidak boleh melakukan intervensi terhadap hakim.

"Hakim harus begini, harus begitu. Hakim harus memutus suatu perkara berdasarkan fakta-fakta hukum di persidangan," ujar dia.

Sementara itu, jalan persidangan lanjutan kasus perkara penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan dipastikan akan selesai dalam waktu dekat. 

Jaja juga menjelaskan, bila tidak ada perubahan, dua terdakwa penyerangan Novel masing-masing Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis. Rencana akan menjalani sidang pembacaan putusan pada Kamis, (16/7/2020) mendatang di Gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara. 

“Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut terdakwa Rahmat Kadir dan Ronny Bugis hukuman 1 tahun penjara," kata dia.

Jaksa menilai Rahmat dan Ronny terbukti melakukan penganiayaan berat terhadap Novel dengan menyiramkan air keras.

Tuntutan terhadap kedua terdakwa tersebut sebelumnya telah dibacakan secara terpisah di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Jaksa meyakini Rahmat dan Ronny bersalah melanggar Pasal 353 ayat 2 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Pidana (KUHP).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00