Anies dan Nadiem Diam, Rakyat Turun Demo

Orang tua murid mengenakaqn seragam Sekolah Menengah Pertama sebagai sindiran atas aturan PPDB yang mengedepankan usia bagi siswa agar masuk sekolah favorit (RRI/Jorike)

KBRN, Jakarta: Forum Relawan Penerimaan Peserta Didik Baru DKI Jakarta 2020 turun demonstrasi di kawasan Taman Pandang, Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (03/07/2020) siang sampai sore.

Mereka adalah gabungan dari seluruh orang tua murid yang peduli pada hak pendidikan untuk semua lapisan usia pada anak. Tidak ada maksud lain, hanya ingin memastikan berlakunya sistem PPDB yang adil bagi semua anak Indonesia, khususnya yang berada di Provinsi DKI Jakarta.

Dengan carut marutnya sistem PPDB saat ini, saat Menteri Pendidikan Nadiem Makarim dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bungkam dengan keadaan, rakyat memilih turun ke jalan.

Forum Relawan Penerimaan Peserta Didik Baru DKI Jakarta 2020 turun demo di kawasan Taman Pandang Monas, Jakarta (RRI/Jorike)

"Untuk diketahui bersama, maksud dan tujuan kami melakukan aksi adalah ingin menyampaikan aspirasi/tuntutan dari orang tua murid yang berkeberatan dengan pemberlakuan seleksi peserta didik baru berdasarkan usia di semua jalur seleksi. Terutama pada seleksi jalur zonasi yang tertuang dalam Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 501 Tahun 2020," terang Chaerul Bariyah atau karib disapa Mbay, Koordinator Forum Relawan PPDB, saat ditemui RRI di Taman Pandang, Monas, depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (03/07/2020) sore.

Video aksi demonstrasi Forum Relawan PPDB 2020 DKI Jakarta di Taman Pandang Monas, Jumat, 3 Juli 2020

Adapun isi dari Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 501 Tahun 2020 adalah tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2020/2021. 

Dimana keputusan tersebut bertentangan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 44 Tahun 2019 Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menegah Pertama, Sekolah Menegah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan .

"Untuk itu kami mengadakan aksi demo di Istana Negara Jakarta dengan harapan agar Presiden RI Bapak Joko Widodo berkenan untuk memberikan solusi terbaik bagi masa depan generasi muda Indonesia, khususnya anak-anak Jakarta," tandasnya. 

Dalam aksi tersebut, para orang tua murid mengenakan seragam SMP dan SMA. Itu adalah sindiran, bahwa walau usia sudah tua, tapi pasti dapat tempat di sekolah favorit. Sementara bagi yang berusia muda dan berprestasi, tidak akan mendapatkan tempat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00