Bukopin MT Haryono Chaos Nasabah Tarik Uang

KBRN, Jakarta: Gedung Kantor Pusat Operasi Bank Bukopin, Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, nampak ramai sekali penuh sesak manusia.

Ternyata para nasabah sudah datang sejak pagi hari untuk menarik dana tabungan atau account apapun milik mereka di Bukopin.

Gunanto, Warga Pengadegan, mendapat informasi dari televisi tadi pagi dan membaca media, bahwa ada banyak nasabah melakukan penarikan dana di Bank Bukopin.

Karena itulah ia bergegas datang ke Bank Bukopin MT Haryono guna ikut melakukan penarikan dana tabungan atau apapun yang bisa ditarik atau dicairkan.

"Sudah tiga tahun jadi nasabah. Informasi dari tv dan media. Security bilang kembali lagi nanti malam atau dini hari pukul 02.00-03.00 WIB nanti untuk ambil nomor antrian," kata Sutoyo kepada RRI, Rabu (01/07/2020).

Itu juga, kata dia, tidak bisa semua uang ditarik. Dan Sutoyo tak bisa berbuat banyak, ia hanya ingin agar segera dapat menarik uang tabungannya saja. 

Sementara Budiman, warga Tanah Abang juga datang ke Bukopin MT Haryono. Dia melihat di televisi saat berita pagi, warga berduyun-duyun melakukan penarikan uang dari Bank Bukopin.

Tanpa pikir dua kali, Budiman langsung berangkat untuk melakukan hal serupa. 

"Duit saya sedikit, tabungan saya lebih dari Rp20 juta. Denger begini saya ikut penarikan. Di televisi juga diberitakan tadi pagi bahwa cabang Pondok Gede sudah tutup. Saya ke sini cari informasi," ujar Budiman.

Menurut pantauan RRI di lokasi, tak hanya dari Jakarta saja, akan tetapi banyak nasabah dari kawasan Pondok Gede bahkan Bekasi datang ke Bank Bukopin Kantor Pusat Operasi Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, untuk melakukan penarikan dana tabungan atau apapun yang bisa dicairkan.

Belum ada yang mengetahui apa sebenarnya masalah yang dialami Bank Bukopin. Akan tetapi, pada 20 Mei 2020 lalu, menjelang libur lebaran, Bos PT Bank Bukopin Tbk (BBKP), Eko Rachmansyah Gindo secara mengejutkan memutuskan untuk hengkang dari Bank yang awalnya bernama Bank Umum Koperasi Indonesia tersebut.

Padahal saat itu, Bukopin sedang dalam proses menyelesaikan rencana Penawaran Umum Terbatas V (PUT V) atau right issue. 

Bank Bukopin tengah mendiskusikan detil terkait implementasi PUT V dengan pemegang saham utamanya, termasuk Bosowa Corporindo dan KB Kookmin Bank.

Dalam keterangan resmi Sekretaris Perusahaan Bank Bukopin, Meliawati mengatakan bahwa perseroan telah menerima surat pengunduran diri sang Direktur Utama sejak tanggal 18 Mei 2020. 

“Permohonan pengunduran diri tersebut akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham perseroan sesuai dengan peraturan,” katanya, di Jakarta, Rabu (20/5/2020). 

Meski begitu, Meliawati menegaskan jika kegiatan usaha dan operasional Bank Bukopin akan tetap berjalan dengan normal sebagaimana biasa. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00