Terobosan Untuk Percepatan Sudah Sejak April 2020

Menteri Sosial RI, Juliari P Batubara (Dok. Istimewa)

KBRN, Jakarta: Kementerian Sosial menyatakan pihaknya sebenarnya telah melakukan percepatan penyerapan anggaran untuk perlindungan sosial sejak April 2020 lalu.

Mensos Juliari P Batubara mengatakan percepatan ini dilakukan melalui sejumlah terobosan.

"Ya, sebenarnya sejak awal april itu sudah cukup banyak terobosan, saya juga sebelum-sebelumnya sudah menyampaikan ke Presiden," ucap Mensos di Jakarta, Selasa (30/6/2020).

Beberapa terobosan yang dimaksud seperti mempermudah penyaluran Bantuan Sosial Tunai di daerah 3 T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

"Misalnya bansos tunai untuk penyaluran di daerah-daerah terpencil, daerah 3 T istilahnya. Itu kan harusnya 3 tahap jadi satu tahap, satu tahap, satu tahap. Ini kita sudah lakukan sekali bayar. Ini kan trobosan yang luar biasa juga artinya si penerima itu tidak perlu bolak balik mendatangi kantor pos atau loket pembayaran," jelasnya.

Kemudian permasalahan lambatnya data penerima bansos dari daerah. Ari sapaan akrab Mensos mengaku telah mengeluarkan instruksi agar penyaluran bisa lebih fleksibel, sehingga penyaluran tak tertunda karena permasalahan data tetsebut.

"Misalnya kotanya begini, agak teknis ya. Misalnya satu daerah itu dapat 10 ribu keluarga jatahnya. Tapi kita sudah tunggu-tunggu yang masuk misalnya cuma 7 ribu. Ya kan kita gak bisa nunggu sampai selesai, karena apa? Saya minta langsung Dirjen untuk oke ambil saja alokasinya itu ke daerah yang lebih bisa menyerap cepat. Mungkin mereka agak komplain. Tapi kita jelaskan bahwa ini realisasinya harus cepat. Sehingga kita bisa alihkan kuotanya ke daerah yang lebih bisa menyerap cepat atau lebih siap untuk menyerap," tambahnya melengkapi.

Lantas melakukan penambahan anggaran pada program jaring pengaman sosial, mengingat penyalurannya diperpanjang hingga Desember 2020 mendatang. Seperti BST yang ditambah sebesar Rp16.2 triliun anggarannya.

Seperti diketahui, dalam Rapat Kabinet Paripurna 18'Juni 2020 lalu, Presiden Joko Widodo sempat marah lantaran rendahnya penyerapan anggaran di sejumlah kementerian, tak tanggung-tanggung kepala negara bahkan mengaku tak segan akan melakukan reshuffle maupun membubarkan lembaga karena hal tersebut terjadi di tengah pandemi Covid -19 sekarang ini, salah satu yang menjadi sorotan yakni Kementerian Sosial.

Untuk itu Kepala Negara meminta Kementerian/Lembaga melakukan sejumlah terobosan guna melakukan percepatan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00