Peralihan Tanah RRI Cimanggis Tidak Merugikan Negara

Radio Republik Indonesia

KBRN, Jakarta: Saat ini RRI berupaya untuk mengembangkan cakupan luas serta daya pancar kualitas siaran dengan menggunakan pemancar jenis teresterial digital.

Proses transformasi tersebut menggunakan pemancar dalam konsorsium Digital Radio Mondial – DRM yang berbasis di Jenewa Swiss. 

Kelebihan dari pemancaran menggunakan teknologi DRM adalah dimungkinkannya kualitas audio lebih jernih dibandingkan frequency amplitudo selama ini.

Teknologi DRM ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mendigitalisasi seluruh siaran teresterial di tanah air. Dengan dukungan pemerintah, RRI menjadi pioneer untuk program digitalisasi ini. 

Sementara itu Teknologi Shortwave untuk saat ini memang sudah tidak ada, hal itu disebabkan karena kualitas penerimaanya tidak jernih, biaya operasionalnya sangat besar, produsennya sudah sulit ditemui, dan areal pemancar yang digunakan perlu sangat luas dan juga terkesan memang tidak effisien dan efektif. 

Oleh karena itu, Radio Republik Indonesia pun perlahan sudah mempersiapkan penggunaan teknologi tereseterial digital ini untuk mendukung transmisi konten Voice of Indonesia.

Ini dilakukan sebab sejak sebelum tahun 2016, pemancaraan gelombang pendek RRI melalui jejaring pemancar short wave di kompleks pemancar Cimanggis, Jawa Barat, tidak dilakukan secara optimal.

“Daya yang digunakan saat itu hanya 10 KW dari kemampuan awal 250 KW dan sangat sulit mendapatkan suku cadang pemancar SW 250 KW,“ kata Agus, Kabid Teknik DIt. Teknologi dan Media Baru sesuai dengan keterangan tertulisnya kepada RRI, Selasa (30/6/2020).

Direktur Utama RRI, M. Rohanudin menjelaskan, transformasi teknologi pemancaran analog short wave menjadi teresterial tidak memerlukan lahan luas seperti sebelum ini. 

“Areal lahan yang pengelolaannya diserahkan negara kepada RRI seluas 4,7 hektar sudah sangat memadai untuk pembangunan pemancar teresterial digital – DRM, termasuk untuk tower, pemancar, gedung dan keperluan pendukung lainnya,” ungkap Direktur Utama RRI. M. Rohanudin.   

Selanjutnya : Hak Pakai

Halaman 1 dari 4

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00