Pendapat Hukum dalam Keputusan Pembatalan Haji

Menteri Agama, Fachrul Razi (Doc Istimewa) .jpg
Ilustrasi ibadah haji di Makkah. (Dok.Ist)

KBRN, Jakarta: Menteri Agama RI, Fachrul Razi membantah kebijakan pembatalan keberangkatan jamaah haji tahun ini merupakan keputusan terburu-buru. Bahkan, dia mengatakan ada sebagian pihak justru menilai keputusan ini terlambat. 

“Kami tidak serta merta ambil keputusan, karena sudah melalui proses kajian. Kami bahkan terlebih dahulu meminta pendapat hukum kepada Kemenkumham, tepatnya pada 27 Mei 2020,” kata Fachrul seperti dilansir keterangan resmi Kementerian Agama yang diterima RRI, Selasa (9/6/2020).

Baca juga : Simak, Mekanisme Pengembalian Biaya Haji

Walaupun ini terkait persoalan haji, Fahrul mengatakan pendapat hukum itu diambil dari rekomendasi kementerian terkait.

“Kami konsultasikan ke Kemenkumham dan mendapat masukan bahwa itu (pembatalan, red) menjadi kewenangan penuh menteri agama. Kami juga menggelar diskusi dengan internal Kementerian Agama dan minta masukan dari ormas (MUI),” ungkap dia.

Baca juga : Begini Prosedur Pengembalian Biaya Calon Jamaah Haji

Fachrul juga menepis keputusan pembatalan haji 1441 Hijriah merupakan instruksi Presiden RI, Joko Widodo. Keputusan itu, klaim dia, murni dari kajian Kementerian Agama RI.

“Jadi, Presiden Jokowi justru memberi arahan untuk mengundurkan deadline pengumuman pembatalan, dari 20 Mei menjadi awal Juni,” ujar dia.

Jokowi malahan, lanjut dia, sempat tidak setuju terkait pengumuman pembatalan haji di medio Mei 2020.

“Saat saya meminta petunjuk untuk mengumumkan pada 20 Mei, beliau (Presiden Jokowi) justru menyarankan untuk diundur dulu, menunggu sampai awal Juni,” kata Fachrul.

Kementerian Agama telah memutuskan membatalkan keberangkatan seluruh jamaah Indonesia dalam penyelenggaraan ibadah haji 1441H/2020 Masehi, Selasa (2/6/2020). Keputusan ini diiambil dikarenakan Pemerintah Arab Saudi juga belum memberikan informasi resmi terkait penyelenggaraan ibadah. Proses penyediaan layanan haji di Arab Saudi juga belum dibuka hingga saat ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00