Penggunaan SIKM Dinilai Tak Efisien

Pengamat Kebijakan Publik, Azas Tigor Nainggolan

KBRN, Jakarta: Upaya pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang melakukan pembatasan pergerakan masyarakat untuk melakukan perjalanan keluar kota ditengah pandemi virus COVID-19 dikritisi. Sebab penggunaan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) dinilai tidak efisien.

Pengamat Kebijakan Publik, Azas Tigor Nainggolan bahkan menilai kebijakan tersebut tidak benar.

"Orang (harusnya) dipantau. Mau berpergian ngurus SIKM susah. Gak bener juga yang model pembatasan seperti itu. Kalau mau dibikin jangan tanggung," kata Tigor saat dihubungi RRI.co.id, Minggu (7/6/2020).

Bagaimana tidak, lanjutnya, meski syarat memperoleh SIKM sulit, pada kenyataannya penggunaan SIKM di lapangan pun tidak efisien dalam membatasi pergerakan masyarakat.

Agar pengawasan dapat berjalan secara efisien dan akurat, pemerintah usul dia dapat merubah pola persyaratan perjalanan tersebut. Yakni SIKM dapat dirubah menjadi sebuah buku riwayat perjalanan.

"Ya bikin aja buku SIKM, Buku perjalanan yang kaya paspor dengan barcode, jadi ketauan kita pergi kemana naik apa posisi duduknya keliatan. Jadi kalo ada kasus positif di penerbangan, gampang kita lacaknya berarti diperjalanan atau penerbangan selanjutnya bisa langsung segera ditunda," ujarnya.

Penggunaan buku riwayat perjalanan dinilainya lebih efisien karena beberapa daerah juga tengah mempersiapkan tatanan kehidupan baru atau new normal. Sementara masyakarat di daerah-daerah itu sering ke Jakarta untuk urusan bisnis.

"Apalagikan kita mau menerapkan new normal (tatanan kehidupan baru), pasti kan mulai banyak perjalanan-perjalanan dinas. Misal saya yang pengacara ada persidangan di daerah A, terus besok langsung ada acara di daerah B, kaya kamu jurnalis, liput ke daerah sana, liput ke daerah ini, kan itu butuh proses cepat. Ya dibikin aja dari selembar SIKM jadi sebuah buku SIKM atau buku riwayat perjalanan. Disitu lebih jelas trackingnya," pungkasnya. (Foto: Istimewa)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00