Luhut Pastikan Tatanan Kehidupan Baru di Bawah Kemenkes

KBRN, Jakarta : Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut banyak pelaku usaha yang masih kebingungan terkait penerapan protokol tatanan kehidupan baru untuk kembali beraktifitas di tengah pandemi COVID-19 yang hingga kini masih berlangsung di Indonesia.

Menyikapi hal tersebut, Luhut pun menegaskan bahwa pelaksanaan penerapan protokol tatanan kehidupan baru yang perlu dan wajib diterapkan oleh seluruh pelaku industri dan berbagai sektor lainnya, adalah protokol tatanan kesehatan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (kemenkes).

"Di bawah, para pelaku industri banyak yang bingung karena informasi yang ada banyak yang berbeda. Saya sarankan Kemenkes dan satgas me-lead ini, disamakan, tapi tanpa mengubah spesifik industri-industri tersebut," kata Luhut saat melangsungkan Rapat Koordinasi Protokol Pelaksanaan Usaha di Era Kenormalan Baru bersama sejumlah Kementerian/Lembaga terkait di Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Menanggapi rancangan pembukaan kembali aktivitas untuk sektor pariwisata di tengah dampak pandemi COVID-19, Luhut memperkirakan hal itu baru akan terjadi antara bulan Juli hingga Agustus mendatang. Sementara untuk wisatawan mancanegara, Menko Marves Luhut mengungkapkan bahwa hal itu diprediksi akan dibuka pada September mendatang.

"Walaupun dari hasil studi yang dibuat, turis domestik itu paling cepat baru bisa jalan mungkin di Juli akhir atau Agustus. Kalau turis luar negeri saya kira masih bertahap, mungkin baru September. Tapi kita lihat perkembangan ini," ungkapnya.

Luhut juga menekankan bahwa dalam pembukaan kembali sejumlah aktifitas masyarakat di tengah pandemi COVID-19 yang masih terjadi hingga saat ini, diperlukannya pembaruan data penanganan COVID-19 secara nasional. Sebab data tersebutlah yang menjadi acuan turis-turis internasional untuk mau melakukan kunjungan wisata ke Indonesia.

"Saya titip Pak Doni, Aplikasi Bersatu Lawan Covid-19 agar diperbarui terus, karena itu akan menjadi acuan bagi dunia. Jadi, acuan orang-orang yang di luar negeri yang mau datang ke Indonesia," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00