Senayan Buka Peluang Batalkan Putusan Penundaan Haji

KBRN, Jakarta: Komisi VIII DPR RI membuka peluang untuk membatalkan Keputusan Menteri Agama Nomor 494/ 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji Tahun 1441H/ 2020M melalui rapat kerja dengan Menteri Agama (Menag) RI Fachrul Razi pada Kamis esok (4/6/2020). 

Anggota Komisi VIII DPR RI Nurhasan Zaidi memastikan pihaknya bakalan mengklarifikasi langsung kepada Fachrul Razi terkait kebijakan yang dinialinya diambil secara sepihak.

"Menteri Agama harus bertanggung jawab," katanya melalui keterangan pers, Rabu (3/6/2020).

Sebab menurut dia, kebijakan tersebut tak sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Dimana dalam undang-undang tersebut, pemerintah dalam hal ini Kemenag diwajibkan untuk membahas tata pelaksanaan Ibadah Haji dan Umrah dengan DPR.

"UU No. 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah telah mengatur tata pelaksanaan Ibadah Haji dan Umrah. Setiap keputusan lazimnya dibicarakan dan diputuskan Pemerintah bersama dengan DPR, apalagi di masa darurat seperti ini," sesalnya.

Lebih lanjut menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, seharusnya pemerintah bijak menahan diri untuk mengumumkan penundaan ibadah haji tahun 2020. Sebab sudah ada kesepakatan antara Kemenag dengan Komisi VIII untuk membahas tentang pelaksanaan haji pada Kamis besok, sembari menunggu keputusan resmi dari pemerintah Arab Saudi.

"Kita faham bahwa banyak pertimbangan prioritas untuk pembatalan pelaksanaan haji, tapi harusnya segala kontigensi plan dikomunikasikan secara efektif dan kita putuskan di meja rapat," tekannya.

Maka demikian, ditekankannya lagi bahwa Menag akan dimintai pertanggungjawabannya pada Raker Kamis besok.

"Termasuk mencabut KMA itu bila ternyata ada kontigensi plan yang lebih baik yang kita putuskan saat rapat besok," pungkasnya. 

Sebelumnya, Menag mengungkapkan bahwa pihaknya menunda pemberangkatan calon ibadah haji tahun ini karena adanya pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia.

"Karena pandemi COVID-19 yang melanda hampir seluruh dunia dapat mengancam keselamatan jemaah. Agama mengajarkan, menjaga jiwa adalah hal yang harus diutamakan," kata Menteri Agama Fachrul Razi dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Kemenag, Selasa (2/6/2020). (Foto: Istimewa)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00