Demo Rusuh, Kemlu Diminta Pastikan Keamanan WNI

Istimewa

KBRN, Jakarta: Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) diminta untuk memastikan protokol keamanan bagi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Amerika Serikat (AS). Sebab saat ini, gelombang protes atas kasus kematian George Floyd kian meluas.

Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi mengatakan, protokol keamanan bagi WNI tersebut harus betul-betul dipastikan, terutama bagi WNI yang masih berada di daerah yang terdampak kerusuhan.

"(Kemlu harus) memastikan berjalannya protokol keamanan WNI yang ada di daerah yang terdampak dari kerusuhan tersebut," katanya saat berbincang dengan RRI.co.id, Selasa (2/6/2020). 

Politisi Partai Golkar ini juga meminta Kemlu RI untuk mempersiapkan langkah antisipasi jika nanti kerusuhan di AS dinilai mulai membahayakan WNI.

“Melakukan langkah antisipasi bila ternyata terjadi hal yang tidak diinginkan termasuk mengevakuasi WNI bila sudah berpotensi membahayakan keselamatan jiwa mereka,” tutupnya.

Perlu diketahui, gelombang protes di sejumlah kota di AS terjadi pasca kematian George Floyd, pria Afrika-Amerika yang diduga dibunuh anggota kepolisian bernama Derek Chauvin dengan menindih lehernya hingga membuatnya kesulitan bernapas. Bobby menyesalkan kejadian tersebut.

“Kami menyesalkan semua kejadian di dunia bila ada tindakan represif dalam bentuk apapun dari aparat penegak hukum pada masyarakat sipil, termasuk George Floyd,” ujarnya. 

Pihaknya pun mengaku berharap agar pemerintah AS dapat menjadikan situasi kembali kondusif. 

“Kami harapkan pemerintah AS bisa segera mengembalikan situasi yang kondusif bagi warganya agar bisa beraktivitas normal,” pungkasnya. 

Perlu diketahui, Kemlu sendiri telah menyiapkan langkah antisipatif. Salah satunya adalah dengan mengimbau kepada WNI di AS untuk tidak keluar rumah.

"Tidak keluar rumah untuk sementara waktu, yang juga sesuai dengan petunjuk Protokol Kesehatan di berbagai wilayah di AS, kecuali untuk keperluan yang sangat mendesak. Terus memantau pemberitaan dan mengikuti secara seksama petunjuk dan arahan yang dikeluarkan otoritas setempat," begitu seperti dikutip dari laman Instagram @safetravel.kemlu, Minggu (31/5/2020).

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00