Perlindungan Nelayan dan Pencegahan Illegal Fishing

KBRN, Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), menyambangi Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) untuk mempersiapkan peningkatkan jumlah jam oprasi patroli tim kapal pengawas PSDKP, KKP serta TNI AL untuk meningkatkan penjagaan hasil laut Indonesia dari para pelaku illegal fishing.

Menteri KKP, Edhy Prabowo menjelaskan bahwa pertemuan tersebut untuk memberikan kepastian kepada para nelayan bahwa pihaknya beserta dengan pihak keamanan terkait lainnya akan keamanan dan pengembangan budidaya perikanan tetap dapat dijalankan para nelayan secara aman, tanpa adanya gangguan dari para pelaku illegal fishing.

"Dengan pertemuan ini, kita harapkan semakin mengokohkan langkah kita ke depan dalam menjaga laut dan mengembangkan potensi yang kita miliki. Intinya, KKP semakin yakin bersama-sama dengan TNI AL dalam menjaga nelayan kita, menjaga potensi laut kita, menjaga kedaulatan negara kita," kata Edhy dalam keterangan resminya yang diterima rri.co.id, Jakarta (29/5/2020).

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Kasal Laksamana TNI Yudo Margono secara tegas mengungkapkan bahwa pihaknya akan memberikan perlindungan bagi nelayan-nelayan yang sedang melakukan kegiatan produktivitas hasil laut, di berbagai wilayah laut Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

“Tentunya bagi nelayan yang di daerah rawan akan kita backup (perlindungannya), termasuk operasinya kapal-kapal pengawas KKP dalam melaksanakan penertiban, khususnya di ZEE,” terang Kasal.

Bahkan lebih lanjut Kasal menjelaskan, bahwa jika selama ini pengawasan dan perlindungan itu telah diterapkan, namun dengan adanya pertemuan antara Kementerian Kelautan dan Perikanan serta pihak TNI angkatan Laut itu, nantinya operasi pengawasan dan perlindungan bagi para nelayan akan diperketat lagi.

“Jadi ke depan akan lebih kita giatkan lagi, lebih kita per-erat lagi,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00