Fakta Baru KKB Papua Pembunuh Tim Medis

Salah Satu Tim Medis yang Tertembak KKB Papua (Doc Istimewa).jpg
Evakuasi anggota Tim Medis Covid-19 yang ditembaki KKB Papua di Intan Jaya beberapa hari lalu (Dok. Istimewa)

KBRN, Jakarta: Terungkap fakta mengejutkan tentang kasus penembakan tim medis oleh anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua pada Jumat (22/5/2020) lalu.

Fakta terbaru menyebutkan jika KKB Papua pelaku penembakan tim medis tersebut, ternyata juga berperan dalam penyerangan pos polisi di Paniai.

Seperti diketahui, pos polisi Paniai, Jumat (15/5/2020) malam juga diserang oleh KKB Papua.

Dalam penyerangan tersebut, seorang anggota Polri bernama Briptu Kristian terluka karena dikeroyok para pelaku dan 3 pucuk senjata api dirampas.

Selanjutnya, KKB Papua juga menembaki tim medis yang mengantar obat untuk penanganan pasien COVID-19 di Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya.

Akibatnya, dua tenaga medis menjadi korban dan satu di antaranya langsung tewas.

Setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak Kepolisian, akhirnya terungkap jika KKB Papua yang menjadi pelaku penembakan dua tim medis tersebut.

KKB Papua pelaku penembakan tim medis itu ternyata juga berperan dalam penyerangan pos polisi di Paniai.

Berikut fakta-fakta terkait penyerangan KKB Papua terhadap tim medis :

1. Berperan dalam penyerangan pos polisi Paniai

Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal mengatakan, insiden penembakan yang menewaskan satu tenaga medis ini masih berkaitan dengan kasus penembakan Pos Polisi 99 Ndeotadi, Kabupaten Paniai pada 15 Mei 2020 lalu.

"Kelompok ini adalah pelaku penyerangan Pos Polisi 99 yang ada di Paniai, di situ ada Ayou Zagani dan Ruben Zagani," kata Kamal di Jayapura, Senin (25/5/2020).

2. Ingin memperluas wilayah

Menurut Kamal, KKB Papua ini merupakan gabungan dari beberapa kelompok kecil. Kamal menyebutkan, KKB Papua itu hendak memperluas wilayah di Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya.

Apalagi, Kabupaten Paniai dan Kabupaten Intan Jaya berbatasan langsung.

"Rencana mereka mau mendirikan pos di situ (Distrik Wandai) tetapi tim medis itu memberikan informasi kepada masyarakat untuk menolak KKB," jelas Kamal.

3. Terdapat puluhan anggota KKB bersenjata

KKB Papua yang berulah di Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya, disebut mencapai puluhan orang dan menggunakan senjata perang tradisional seperti panah dan tombak.

"Mereka sekitar 50-an orang dengan senjata perang dan beberapa pucuk senjata api," kata dia.

Kamal memastikan aparat gabungan TNI dan Polri akan terus mengejar KKB Papua yang berada di seluruh Papua karena telah meresahkan masyarakat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00