Viral Data Penduduk Bocor, Zudan Klaim Aman

Foto koran nusantara

KBRN, Jakarta: Baru-baru ini viral jutaan data kependudukan milik warga Indonesia diduga bocor dan dibagikan lewat forum komunitas hacker dengan klaim berasal dari situs Komisi Pemilihan Umum ( KPU) dan merupakan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2014.

Menanggapi itu, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri  Zudan Arif Fakhrulloh menyatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan data center, log, dan traffic pada server data kependudukan, hasilnya aman atau tidak ditemukan indikasi kebocoran. 

“Perlu saya sampaikan bahwa tidak ada kebocoran data dari Dukcapil," kata Zudan dalam keterangan tertulis diterima rri.co.id, Sabtu (23/5/2020).

Disisi lain, Zudan menyatakan, daftar pemilih pemilu seharusnya tidak perlu menampilkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (KK).

"NIK dan nomor KK tidak perlu ditampakkan agar tidak disalahgunakan untuk pendaftaran kartu prabayar dan untuk membuat e-KTP palsu," ujar Zudan dalam keterangan tertulisnya kepada rri.co.id, Sabtu (23/5/2020). 

Dijelaskan, tugas utama Dukcapil Kemendagri dalam pemilu dan pilkada adalah memberikan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) kepada KPU.

DP4, lanjutnya, menjadi salah satu rujukan bagi KPU dalam menyusun data pemilih pemilu dan pilkada.

"Sejak penyerahan DP4, Dukcapil Kemendagri meminta KPU berkomitmen mengelola data dengan menjaga kerahasiaan data pribadi," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00