Warga Berani New Normal, Tapi Ada Syaratnya

Pedagang yang sudah mulai beraktivitas nampak tidak menjalankan protokol kesehatan (Ant/Prasetia Fauzani)

KBRN, Jakarta : Pembatasan Sosial Berskala Besar masih berlangsung di beberapa daerah di Indonesia. Bekasi adalah salah satunya.

Lusi, warga Kelurahan Bekasi Jaya, melihat PSBB sudah harus diakhiri. Ia melihat munculnya wacana new normal sebagai solusi, dimana PSBB akan dilonggarkan dalam artian aktivitas masyarakat dibuka kembali dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

"Berani dong (new normal). Karena kita memang harus hidup dengan normal. Ya mungkin dengan adanya Covid-19, tidak bisa normal seperti dulu tapi setidaknya tetap harus melanjutkan hidup," kata Lusi kepada RRI di Bekasi Jaya, Jumat (22/5/2020).

BACA JUGA: Larangan Mudik, Pelabuhan Besar Sepi Penumpang

Akan tetapi, berani menjalani new normal bukan begitu saja menjurus konyol. Tapi menurut Lusi, berani tapi dengan syarat dan ketentuan berlaku.

"Hidup sehat, tetap pakai masker, menjaga jarak, rajin cuci tangan, melaksanakan pola hidup sehat," demikian syarat dari Lusi untuk menjalani hidup normal baru.

Apalagi sekarang menurutnya Bekasi sudah mulai masuk zona hijau. Jadi memang bisa dicoba untuk new normal.

"Karena saya baca berita, ada 29 kelurahan, termasuk kelurahan Bekasi Jaya tempat saya ini sudah masuk zona hijau," ujarnya.

Berikutnya, Mala, juga dari Bekasi Jaya mengutarakan pendapatnya soal normal baru. Secara pribadi, dia mengatakan oke-oke saja dengan wacana tersebut.

"Saya pribadi oke-oke saja semua dijalankan secara normal seperti biasanya. Karena di kehidupan ini kita ada kebutuhan ekonomi, apalagi kita dirumahkan terus seperti ini," ujar Mala kepada RRI.

Akan tetapi, sama dengan Lusi, Mala juga mengajukan syarat tertentu jika memang harus menjalankan kehidupan normal baru.

Kemacetan di perbatasan Karawang-Nekasi (Ant/Fakhri Hermansyah)

Menurutnya, apabila orang Indonesia mengambil keputusan untuk beraktivitas seiring dengan masih merebaknya wabah Corona, pasti harus ada syarat tertentu.

"Semua orang keluar harus menggunakan masker atau APD untuk pengamanan dirinya. Lalu kalau bisa, itu obat atau vaksin Covid itu harus segera ditemukan. Karena kalau tidak seperti itu, kita pun ada rasa takut untuk keluar," imbuhnya.

BACA JUGA: Warga Menuju New Normal, Pemerintah: Belum Diputuskan

Menjalani hidup bersama Corona, menurut Mala tidaklah main-main, karena penyakit tersebut tidak mudah disembuhkan dengan cepat.

Agak berbeda dengan Lusi dan Mala, seorang warga Bekasi Jaya lainnya bernama Adi menolak pelonggaran PSBB melalui new normal.

Buatnya, Covid-19 ini merupakan wabah menakutkan jika dilihat dari penyebarannya. Siapapun bisa terjangkit, itulah yang membuat penyakit tersebut menakutkan bagi Adi.

Oleh karena itu, ia tidak mau ambil risiko. Lebih baik hidup daripada mati konyol.

"Saya pilih di rumah saja. Seperti sekarang ini sistemnya, sampai wabah hilang sepenuhnya barulah beraktivitas kembali. Ini menakutkan, saya tidak berani normal baru," tegasnya.

Selanjutnya : Masa Transisi

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00