Warga Menuju New Normal, Pemerintah: Belum Diputuskan

Warga Meulaboh, Aceh, sudah mulai beraktivitas belanja baju lebaran walau belum ada keputusan pelonggaran PSBB (Ant/Syifa Yulinnas)

KBRN, Jakarta : Meskipun dalam masa pandemi COVID-19, warga tetap ramai mengunjungi pusat perbelanjaan untuk memenuhi kebutuhan lebaran.

Akan tetapi, mereka sudah tidak memperhatikan lagi protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan physical distancing atau menjaga jarak fisik.

Dengan tidak bisa menjaga jarak fisik, akhirnya mereka menciptakan kerumunan hingga menghancurkan imbauan social distancing sekaligus.

Warga Meulaboh, Aceh Barat, sudah mulai beraktivitas walau belum ada keputusan pelonggaran PSBB (Ant/Syifa Yulinnas)

Hal itu terpantau ketika sejumlah warga yang tidak mengenakan masker nampak berkerumun untuk belanja kebutuhan lebaran di pasar Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, seperti dilansir Antara, Kamis (21/5/2020).

Tak jauh beda dengan Meulaboh, warga juga nampak memadati salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Kamis (21/5/2020).

Meski masih dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sejumlah toko penyedia pakaian mulai ramai dikunjungi calon pembeli menjelang Idul Fitri 1441 H.

Warga nampak begitu menikmati memilih pakaian baru untuk dikenakan saat berlebaran. Walau masih banyak yang tetap mengenakan masker, namun untuk physical maupun social distancing sudah tidak diindahkan.

Warga Jakarta mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan untuk beli baju lebaran (Ant/Muhammad Adimaja)

Sebelum ini memang sempat mengemuka wacana pelonggaran pembatasan yang berujung pada new normal, dimana aktivitas masyarakat dipertimbangkan untuk dibuka kembali.

Namun dalam konsep itu, bisa diistilahkan kalau masyarakat akan merasakan 'sensasi baru' hidup berdampingan dengan virus Corona. Perhitungannya, jika masyarakat tetap disiplin dengan aturan PSBB, walau tetap beraktivitas normal pastinya tidak akan terjangkit Covid-19.

Baru beredar isu wacana normal baru, belum ada keputusan, masyarakat menyikapinya seolah semua sudah 'diputuskan' sehingga mereka langsung memulai kegiatan secara sepihak. Terlebih suasana sedang mendukung, dimana lebaran sudah di depan mata. Otomatis butuh baju baru dan juga bahan makanan.

Belum ada kebijakan pelonggaran PSBB

Namun Presiden Joko Widodo menegaskan, pemerintah belum melonggarkan PSBB karena jika pelonggaran tidak dilakukan dengan hati-hati, dikhawatirkan memicu ledakan kasus Covid-19.

"Belum ada kebijakan pelonggaran PSBB. Jangan keliru ditangkap masyarakat bahwa pemerintah mulai melonggarkan PSBB. Belum ada kebijakan pelonggaran PSBB," kata Presiden Jokowi pada rapat terbatas yang membahas penanganan pandemi Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (18/5/2020).

Jokowi menandaskan, yang disiapkan pemerintah baru sebatas rencana atau skenario pelonggaran yang akan diputuskan setelah ada timing (waktu) tepat, dengan melihat data dan fakta di lapangan.

"Sebab, kita harus hati-hati, jangan keliru memutuskan," tegas Presiden.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00