Data Bansos Dipastikan dari Pendatan Pemerintah Daerah

KBRN, Jakarta : Menteri Sosial Juliari P Batubara meluruskan bahwa adanya polemik terkait dengan data penerima Bantuan Sosial (Bansos) yang menjadi kekisruhan publik ditengah pandemi COVID-19, lantaran dinilai publik tidak tepat sasaran.

Ia mengatakan bahwa data tersebut, merupakan data yang diterima oleh pihaknya dari daerah-daerah yang telah memperbarui data dalam kurun waktu 3 hingga 6 bulan sekali.

Bahkan ia menegaskan bahwa ada atau tidaknya wabah pandemi COVID-19 di Indonesia, data penerima bansos itulah yang diperolehnya dari daerah-daerah tersebut.

"Ini data dari daerah yang dikirimkan kekami dan diupdate sekitar 6 bulan sekali, 3 bulan sekali. Ada COVID atau tidak pun, data kami juga datengnya daeri daerah," kata Juliari dalam Bincang Khusus bersama RRI, yang disiarkan oleh Pro-3 RRI, Jakarta (21/5/2020).

Tidak hanya itu, Ia juga membeberkan bahwa adanya kendala pendataan masyarakat penerima Bansos dari pemerintah pusat, yang bahkan dinilai publik tidak tepat sasaran tersebut, disebabkan karena adanya sejumlah daerah yang tidak melakukan pembaruan data masyarakat penerima bansos dari tahun 2016 hingga tahun 2020.

"Permasalahannya, banyak juga daerah yang tidak melakukan ini secara rutin. Ada beberapa daerah bahkan yang terakhir mengupdate tahun 2016. Jadi bayangkan dari 2016 sampe sekarang 2020 datanya itu-itu aja," ungkapnya.

Menteri Sosial Juliari Batubara menjelaskan bahwa adanya sistem pendataan masyarakat yang menerima bantua sosial itu diperoleh secara bertahap dari tingkat desa hingga tingkat kabupaten/kota, yang seluruhnya dilakukan secara online oleh dinas-dinas sosial di kabupaten dan kota.

"Dari desa melalui Musyawarah Desa, RT/RW untuk membuat kesepakatan, desa-desa yang jumlah keluarganya terima bantuan. Hasil musyawarah desa diteruskan ke dinas sosial Kota kalo Kelurahan, dinas sosial Kabupaten kalo desa. Disetiap dinas sosial Kabupaten Kota ini sudah ada aplikasi kami, namanya Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS NG), mereka tingga mengupload data," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00