Nekat Mudik Saat Lebaran, Mobil Akan Diderek

KBRN, Jakarta - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo menyatakam pihaknya akan menderek paksa kendaraan warga yang kedapatan akan mudik keluar Jakarta, apalagi mereka yang tak memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).

Langkah tegas ini menurut Kadishub DKI Jakarta diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2020 Tentang Pembatasan Berpergian Keluar dan atau Masuk Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

"Jadi ada petugas yang bergerak mobile sehingga begitu ada indikasi terjadi mudik lokal, kami akan lakukan penghentian kendaraannya, bisa mobilnya kami derek dan kami pindahkan," kata Kadishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2020)

Adapun cara pihaknya mendeteksi keberadaan para pemudik yang masih "bandel" ini, yakni mereka yang berkendara melebihi kapasitas muatan  sesuai aturan PSBB dan para penumpangnya yang mengenakan setelan baju koko dan sejenisnya.

"Itu sangat jelas, misalnya yang bersangkutan masih menggunakan gamis, berarti itu tidak akan melakukan kegiatan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Atau yang bersangkutan pakai baju koko, atau masih sarungan. Nah itu yang kami akan coba identifikasi," ujarnya.

Sementara untuk pengawasannya, lanjut Syafrin pihaknya juga akan memperketatnya, utamanya di 12 titik penghubung antar Jabodetabek.  Sehingga, dia berharap langkah-langkah yang diambil pihaknya ini dapat memperkecil pergerakan masyarakat yang berpotensi menimbulkan keramaian di tengah Covid - 19. 

"10 (titik) ada di Jalan Arteri di batas wilayah administrasi DKI Jakarta. Ada dua di tol yg arah keluar Jakarta itu satu di Tol Cikarang-Jakarta-Cikampek di Kilometer 47. Kemudian ada satu di Tol Tangerang-Banten di Cikupa," ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00