Relaksasi PSBB Harus Ditimbang Secara Matang

Perniagaan Tanah Abang, Jakarta, mulai berangsur normal (Foto: Antara)

KBRN, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa adanya peningkatan jumlah kasus positif virus Corona atau Covid-19 pada Mei 2020. Padahal jumlah kasus sempat menurun saat pelaksanaan work from home (WFH) pada Maret 2020.

"Penurunan ini hanya terjadi karena kita sudah mulai meningkat berada di rumahnya. Ini buat masyarakat semua penting untuk kita pegang," kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2020).

Faktanya di lapangan seperti beberapa mall, pasar dan pusat perbelanjaan tengah diserbu pembeli jelang hari raya idul fitri 2020.

Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Dr. dr. Tri Yunis Miko Wahyono, M.Sc, menyarankan agar pemerintah memikirkan kembali jika ingin melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Pasti PSBB mengurangi transmisi tapi masih kecil, yang tetap di rumah itu sampai 80 persen, kemudian kendaraan harus berkurang lebih dari 50 persen. Jadi kalau masih di atas 50 belum efektif," jelasnya kepada RRI, Rabu (20/5/2020)

Ia menilai butuh waktu untuk merelaksasikan PSBB. Berkaca dari China dan Jerman, kedua negara tersebut menimbang secara matang ketika harus mencabut lockdown dan Indonesia harus menyiapkan segalanya jika ingin merelaksasikan PSBB.

"Negara China, misalnya, coba diliat mereka hampir 3 setengah bulan lakukan lockdown dimana masyarakat 80 persen lebih di rumah, kemudian jalan sepi dan baru dibuka sampai kasus nya 0. Walaupun kasus 0 masih ada jaga jarak dan masker," katanya.

Ada dua hal, katanya, yang harus diterapkan Indonesia. Pertama jika ingin aman, Indonesia tidak boleh melihat jumlah kasus baru sampai 0 kemudian bertindak. Kedua, jika mau setengah-setengah, angka kasus harus stabil dari hari ke harinya.

"Kalau setengah aman, angka kasus harus stabil dalam waktu seminggu atau 2 minggu atau tetap/turun dan yakinkan bahwa semua kasus itu bisa di isolasi dengan baik, kemudian kontaknya di tracing dan di isolasi dengan baik. Jadi yakinkan itu, kalau itu enggak diyakinkan, ya jangan dibuka," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00