Wujudkan Transparansi, Data Penerima Bansos Akan Dipampang

KBRN, Jakarta : Kementerian Sosial (Kemensos) dipastikan siap membuka data penerima bantuan sosial sesuai arahan Presiden Joko Widodo dengan cara memampang atau mengumumkan di titik distribusi bantuan, sebagai bentuk transparansi atau keterbukaan penyaluran pada publik.

“Untuk keperluan itu, kami akan menulis surat kepada Kepala Daerah yang mendapatkan alokasi baik yang bansos sembako maupun tunai agar mereka menempelkan nama-nama penerima bantuan di kantor kelurahan dan kantor desa,” kata Menteri Sosial Juliari P Batubara dalam keterangannya,  Rabu (06/05/2020), di Jakarta.

Julairi, pembukaan daftar nama penerima bansos merupakan sinyal positif, karena menjadi lebih transparan, sehingga masyarakat dapat saling mengawasi. 

“Kalau ada masalah, bisa diselesaikan di situ. Masyarakat bisa mengadu kepada perangkat kelurahan atau desa,” kata Juliari.

DIsisi lain, Juliari mengungkapkan, setelah sebelumnya distribusi bansos sembako dilakukan di DKI Jakarta sebagai Tahap I, maka mulai hari Rabu (6/5/2020), distribusi bansos sembako Tahap II mulai menyentuh Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek). 

Nantinya bansos akan diselingi dengan bantuan beras sebanyak 25 kg/keluarga dari Perum Bulog. Pada Tahap II ini masyarakat di DKI Jakarta akan menerima beras, dan di Bodetabek akan menerima sembako. 

“Namun khusus untuk tahap Tahap I ini, bansos akan dibarengi dengan beras dari Bulog,” katanya. 

Sehingga, lanjutnya, dari enam tahap penyaluran bantuan, sebanyak 4 kali akan disalurkan bansos sembako, dan 2 kali berupa beras. 

Namun, ia meminta, kepada  daerah seperti Pemprov DKI untuk mengajukan nama-nama baru, pada distribusi bansos Tahap III mendatang. 

“Kami mohon penerima adalah nama-nama yang baru. Bukan yang kemarin. Sehingga kita bisa memberikan bantuan untuk orang-orang yang belum terima sama sekali,” kata Mensos.

Dikatakan, bantuan sosial tunai (BST) mulai berjalan lewat transfer Bank Himbara kemudian juga lewat Kantor Pos. Mulai minggu ini akan disalurkan kepada 1.8 juta Kepala Keluarga (KK). Yang melalui bank sekitar 750.000 KK dan yang 1,1 juta KK lewat Kantor Pos.

“Nah ini memang perlu perlu kehati-hatian karena menyangkut transfer. Kan kita juga tidak ingin salah transfer. Nah yang melalui kantor pos nanti akan ada undangan kepada penerima bantuan,” tuntasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00