Legislator Nilai Pelonggaran Transportasi Belum Tepat

KBRN, Jakarta : Kebijakan pelonggaran transportasi dinilai belum tepat jika dilakukan saat ini. Sebab peningkatan angka pasien positif virus corona jenis baru atau Covid-19 masih terbilang tinggi.

Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay mengaku khawatir jika pelonggaran transportasi dilakukan, maka sumber daya yang ada di Indonesia belum siap dengan semakin meningkatnya pasien Covid-19. Sebab, sebagaimana yang ditemukan oleh Pemerintah Kota Bogor belum lama ini, dari 300 sampling penumpang KRL saja ada 3 orang yang positif Covid-19.

"Ini kalau dilonggarin lagi, kita tidak tahu kontaknya itu, riwayatnya kontak orang-orang makin banyak. Itu baru di KRL, belum misalnya Busway, transportasi umum lainnya. Karena itu dipikirin (dipertimbangkan lagi)," katanya kepada wartawan, Rabu (6/5/2020).

Apalagi, lanjut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, dalam rapat kerja beberapa waktu yang lalu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan bahwa saat ini belum ada indikasi penurunan terhadap kasus positif Covid-19. Namun Kemenkes menyatakan bahwa pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berdampak positif untuk mengurangi.

"Jadi sementara tidak menaikan angka yang signifikan karena PSBB. Kalau betul bahwa PSBB begitu, mestinya (pengetatan transportasi) dipertahankan, bukan malah dilonggarkan. Nanti takutnya naik lagi, kecuali kalau kurvanya udah jelas menunjukkan turun drastis," tukasnya.

Selanjutnya : Pernyataan Menhub

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00