Pernah di Densus 88, Boy Rafli Tepat sebagai Kepala BNPT

KBRN, Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melantik Irjen Pol Boy Rafli Amar sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggantikan Komjen Pol Suhardi Alius yang bakal memasuki masa pensiun. 

Pakar hukum Kepolisian Universitas Bhayangkara Jakarta, Edi Hasibuan menilai pengangkatan Irjen Pol Boy Rafli Amar sebagai Kepala BNPT sangat tepat karena pengalamannya yang mumpuni dalam penanggulangan terorisme.

"Boy Rafli pernah berada di Densus 88 Polri pada 2007-2008, ia pernah menjabat sebagai Kanit Penindakan di Densus 88. Dia paham betul pekerjaan sebagai Kepala BNPT dan itu bukan pekerjaan yang baru,"terang Edi kepada rri.co.id, Rabu (6/5/2020). 

Ditambah lagi, menurut Edi, Boy Rafli pernah menjabat sebagai kepala kepolisian daerah (Kapolda) di daerah rawan dengan aksi teror yang tinggi seperti Polda Banten dan Polda Papua. 

"Tepat kalau Boy Rafli menjadi Kepala BNPT pasti itu sudah melalui berbagai pertimbangan dan Boy memenuhi semuanya,"jelas juga yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) 

Meski demikian, untuk jabatan barunya sebagai Kepala BNPT, menurut Edi, Boy Rafli harus meningkatkan kewaspadaan terkait aksi terorisme di tanah air. Selain itu, Boy harus berkoordinasi dengan Kepolisian untuk pemberantasan terorisme ini. 

"BNPT tanpa Polri tidak bisa maksimal, begitu juga sebaliknya, Polri tanpa BNPT tak bisa maksimal pula,"terangnya. 

Selain itu, ia mengingatkan Boy Rafli untuk berkoordinasi dengan TNI dalam pemberantasan terorisme. 

"Koordinasi dengan TNI harus terus ditingkatkan agar ancaman terorisme dapat terus ditekan,"tegasnya. 

(foto: Antara)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00