Cetak SDM Pertanian Unggul Via Literacy

KBRN, Jakarta : Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) yang menaungi 7 Politeknik dan 3 SMK-PP, selalu mendorong hadirnya gerakan literasi. Sebab, literasi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas SDM. Secara umum, literasi diartikan kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, dan berbicara untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. 

“Pertanian kita harus berorientasi pada pertanian  maju, mandiri, dan modern,” tutur Sekretaris Jenderal Kementan Momon Rusmono, mengutip pernyataan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, pada pembukaan Virtual Literacy, Selasa (5/5). 

Menurutnya, kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani merupakan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. 

“Dalam pembangunan pertanian, ada dua hal yang tidak bisa diitnggalkan dalam setiap periodenya. Pertama berbicara tentang kewajiban mewujudkan kedaulatan pangan. Yang kedua, kedaulatan pangan tidak bermakna apa-apa kalau pelakunya tidak sejahtera,” lebih lanjut Momon Rusmono menyampaikan. 

Kesimpulannya, dalam mewujudkan kedaulatan pangan kunci utama terletak pada kualitas SDM. Dan menjadi kewajiban Kementerian Pertanian untuk menciptakan SDM Pertanian yang unggul dengan berbagai cara.

Sementara Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menyampaikan, pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan merupakan tiga pilar utama pembangunan SDM Pertanian. 

"Kunci dari keberhasilan pembangunan pertanian ada pada SDM pertanian tak hanya  ASN pusat  dan daerah, tetapi pelaku utama dan pelaku usaha, serta stakeholder pertanian lainnya pun memiliki peranan," ungkap Dedi.   

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan)  Idha Widi Arsanti, selaku narasumber dalam virtual literacy ini menyampaikan, dunia pendidikan tidak dapat terlepas dari dunia literasi. 

Diterangkannya, hasil pembelajaran yang diolah secara bijak, kreatif, kritis, berdasarkan kultur dan kognitif akan menghasilkan produk-produk yang akan berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan perkembangan pertanian di lapangan.

Untuk mendorong literasi pendidikan pertanian, utamanya literasi digital Kapusdiktan mempersilakan para Direktur Politeknik dan SMK PP di bawah naungan Kementan untuk bekerjasama melalui penyelenggaraan beberapa kegiatan bersama dengan PUSTAKA (Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian). 

Retno Sri Hartati, selaku Kepala PUSTAKA yang mengadakan virtual literacy ini, menyambut baik kerja sama tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00