Lima Laptop Harga Rp125 Juta Menuai Kritik!

KBRN, Banda Aceh : Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Bardan Sahidi mengkritik usulan rencana  pembelian laptop di Dinas Sosial Aceh untuk kebutuhan pendataan orang miskin baru (OMB). 

Bardan menilai, tidak tepat jika di tengah Pandemi Covid-19, Dinas Sosial justru mengusulkan pembelian laptop baru seharga Rp 125 juta untuk lima unit. Padahal, anggaran sebesar itu bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain dalam penanggulangan dan pencegahan wabah virus Corona di Aceh. 

"Jas hujan dan laptop, untuk apa ? Apakah kemudian kejgiatan tidak jalan tanpa laptop. Ini menjadi lagi-lagi bikin panik dan resah masyarakat. Padahal hari-hari kebutuhan pokok masyarakat mereka harus ngantri dan berebut," kata Bardan kepada RRI, Rabu (29/4/2020). 

Padahal, tambah Bardan, pemerintah Aceh bisa memfokuskan anggaran untuk kebutuhan medis, karena hingga saat ini masih banyak tenaga medis yang tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD). 

"Ini juga ada beli laptop Rp 125 juta, jas hujan Rp 300 juta. Refokusin anggaran pemerintah Aceh bersifat urgen dan mendesak. Insentif tenaga medis itu wajib, kemudian upaya pencegahan dan penanggulangan, kemudian yang terdampak," ujarnya. 

"Di antara yang kemudian dibutuhkan, hari-hari yang kita dapatkan bawah APD itu kurang bagi tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam rangka penanggulangan dan pencegahan wabah Pandemi ini," tambahnya. 

Bardan meminta kepada Pemerintah Aceh agar tidak main-main dengan anggaran di tengah wabah virus Corona. 

"Terus terang jangan buat panik, jangan buat resah di tengah Pandemi ini. Atau jangan-jangan ada yang bermain di tengah kondisi yang tidak menguntungkan seperti ini. Lagi-lagi pemerintah ini melakukan blunder," ucap Bardan. 

Anggota DPR Aceh asal Gayo ini juga merasa heran dengan usulan pengadaan bantuan sembako dengan harga yang dianggap di luar batas  kewajaran.  

"Ini dari daftar yang kita terima dan beredar luas di tengah masyarakat. Lalu saya cek sendiri di pasar apakah memang harga enceran tertinggi (HET) pemerintah sudah naik? Nah saya cek di Pasar Ulee Kareng, gula bermerek ternyata Rp 21 ribu per kilogram. Gula curah Rp 19 ribu perkilogram. Nah di tabel itu kita lihat dua kilo gula Rp 60 ribu, berarti satu kilonya Rp 30 ribu."

"Kalau kemudian menelisik kembali, data ini dikeluarkan oleh dinas, tandatangan basah plus stempel lagi," tegas Bardan. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas Sosial Provisi Aceh mengusulkan pembelian laptop untuk mendata orang miskin baru (OMB) yang terdampak Covid-19. 

Berdasarkan laporan rencana kebutuhan belanja (RKB) siaga darurat  bencana non alam penyebaran Covid-19 Dinas Sosial Aceh tahun 2020 harga yang diusulkan senilai Rp 125 juta dengan jumlah lima unit laptop. 

Rencana kebutuhan belanja (RKB) itu ditandatangani langsung oleh Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri pada tanggal 26 Maret 2020. Usulan kebutuhan belanja itu dilampirkan untuk penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat Aceh yang terdampak Covid-19. 

Selain mengusul pembelian laptop, Dinas Sosial Aceh juga mengusulkan pembelian jas hujan sebanyak 3000 unit. Tidak dijelaskan jas hujan itu peruntukannya untuk siapa, namun diduga jas hujan itu untuk digunakan kepada petugas penyaluran bantuan. 

Harga jas hujan yang diusulkan Rp 100 ribu per unit, sehingga total anggaran yang diusulkan untuk jas hujan Rp 300 juta. 

Setidaknya ada 16 poin usulan dalam laporan tersebut, yakni minyak goreng dua liter Rp 30 ribu, gula pasir dua kilogram Rp 60 ribu, sarden dua kaleng Rp 50 ribu, susu kental manis dua kaleng Rp 30 ribu dan mie instan 10 bungkus Rp 30 ribu.  Kebutuhan pokok ini disiapkan sebanyak 60 ribu kepala keluarga dengan kuota per satu kepala keluarga Rp 200 ribu. 

Kemudian pada poin lain yang paling mencolok adalah ongkos cetak goodie bag paket logo pemerintah Aceh sebanyak 60 ribu unit senilai Rp 1,2 miliar. 

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri saat dikonfirmasi RRI menjelaskan, rencana kebutuhan belanja (RKB) tersebut diusulkan kepada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Aceh.

"Harga yang kita bayarkan kepada penyedia adalah harga yang ditentukan oleh Disperindag Aceh sesuai hasil kesepakatan Rapat Darurat Bersama di Aula Dinsos pada hari Minggu 5 April 2020," kata Alhudri, Rabu (29/4/2020). 

Namun belakangan, Disperindag Aceh hanya menyetujui sesuai daftar rekomendasi harga barang pokok hasil survei tanggal 6 April 2020. Adapun yang direkomendasikan minyak goreng satu liter Rp 11-12 ribu. Gula pasir satu kilogram Rp 19 ribu. Mie instan satu kotak Rp 35 ribu dan sarden per kaleng (425 gram) Rp 18 ribu. 

Menurut Alhudri, proses pengadaan barang untuk bantuan sembako ini berpedoman pada surat edaran (SE) Kepala LKPP Nomor 3 Tahun 2020 tanggal 23 Maret 2020. 

"Dalam proses pembayarannya harus sesuai dengan SE Kepala LKPP tersebut dan selalu dalam pendampingan dan asistensi BPKP Aceh dan Inspektorat Aceh," ujarnya. 

"Kelebihan dana akibat akumulasi bahan pokok tidak sampai dengan 200 ribu per paket dikembalikan ke kas negara," pungkas Alhudri. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00